Mensyukurimu

Aku masih teringat di awal masa kuliah dulu ayah sering berpesan, “Kamu di situ sendiri, semuanya diatur sendiri. Kamu mau jadi apapun, ya itu kamu yang tentukan. Ayah sama ibu di sini hanya bisa mendoakan, semoga kamu baik-baik di sana, selalu dijaga.”

Tahukah kamu, mendapatkan pesan seperti itu rasanya membuat tingkat kedewasaan ini naik selevel lebih tinggi. Menyadari bahwa ada yang begitu menyayangi, ada yang begitu mengharapkan diri ini untuk berhasil. Maka satu yang kemudian menjadi tekad dalam diri, bahwa aku tidak boleh mengecewakan mereka. Bahwa aku harus berusaha sebaik-baiknya.

Mendapatkan kepercayaan, adalah sesuatu yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan. Bahwa ada sesal yang lebih ketika aku kembali terjatuh dalam kesalahan. Juga ada semangat yang berlipat buatku untuk meraih hal-hal yang membanggakan.

Tiba-tiba, perasaan itu kembali hadir. Ketika sebelumnya aku sempat mengatakan bahwa masih ada kekhawatiran yang terkadang muncul. Kekhawatiran untuk mengemban tanggungjawab yang besar. Dan kamu, kemudian dengan tenang menyampaikan bahwa kita adalah dua orang yang sama-sama dewasa. Mengerti apa yang harus dilakukan, juga apa yang seharusnya tidak dilakukan. Bahwa aku bisa berusaha dengan sebaik-baiknya.

Iklan