Kemenkeu Mengajar, SD Inpres Perumnas Makassar

Kemenkeu Mengajar: Dari Kami, Untuk Negeri

Dalam jeda di antara kesibukan pekerjaan, mari merenung sejenak. Mengapa tidak kita berbuat untuk negeri, sedikit lebih banyak lagi?

Senin, 24 Oktober 2016 kemarin menjadi hari yang begitu istimewa bagi kami, para Relawan Kemenkeu Mengajar. Hari yang ditunggu-ditunggu, yang telah dipersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya. Tentunya, menyiapkan konsep dan juga apa-apa yang akan dilakukan di kelas menjadi hal yang wajib untuk dilakukan. Meski pas hari mengajar kemarin, hampir semua konsep harus disesuaikan karena banyaknya kejutan-kejutan di kelas. Kejutan yang membuat kewalahan dan keringat bercucuran. Haha πŸ˜€

Kemenkeu Mengajar dilaksanakan untuk pertama kalinya di tahun ini. Mengambil enam kota sebagai lokasi,Β Jakarta, Banda Aceh, Denpasar, Balikpapan, Makassar dan Sorong. Alhamdulillah, kemarin saya sempat mengambil bagian di salah satu tim sebagai dokumentator. Tergabung dalam tim Djuanda Kartawidjaya, kami bertugas di SD Inpres Perumnas Makassar. Ternyata, dalam satu tim kami, ada juga beberapa kawan yang datang dari jauh demi bisa berpartisipasi dalam acara ini. Ada yang datang dari Palu, Pamekasan hingga Cilacap. Saya benar-benar salut πŸ™‚ . Perlu diketahui bahwa acara ini tidak menggunakan anggaran kantor, namun murni dari dana pribadi kami masing-masing. Mulai dari transportasi dan akomodasi hingga pada pernak-pernik yang kami gunakan pada saat mengajar.

Senin pagi, tim kami berkumpul di Gedung Keuangan Negara Makassar untuk sama-sama berangkat menuju sekolah. Kami harus bersiap lebih pagi dari biasanya karena akan ikut serta dalam upacara bendera.

01
bersiap berangkat πŸ™‚

Sampai di lokasi, kami langsung bersiap-siap. Tim dokumentator yang terdiri dari 3 orang, termasuk saya pun segera menyiapkan semua yang diperlukan. Tidak lama kemudian, upacara dimulai.

02
Ikut menyiapkan upacara bendera
03
tim paduan suara
04
ada polisi bandara, eh :mrgreen:

Jadi kemarin teman saya yang dari bea cukai sempat disapa oleh seorang siswa. “Eh, kakak polisi bandara ya?” Hehe πŸ˜†

Usai upacara, tim pun kemudian segera bersiap untuk mengajar di kelas. Apa yang diajarkan? Matematika atau Bahasa Indonesia? Bukan, kami ‘hanya’ bercerita tentang profesi kami di Kementerian Keuangan, dikaitkan dengan fungsi pengelolaan ekonomi; membangun jalan, rumah sakit juga sekolah tentunya. Membuka cakrawala sambil bermain bersama πŸ™‚

06
suasana di kelas
08
seluruh siswa memakai ‘topi’ berisi nama dan cita-cita
09
ada yang sadar kamera πŸ˜€
20
minta apa ya kira2 adeknya? :mrgreen:
10
ngga tau lagi bahas apa :mrgreen:

Kemarin juga ada, salah satu pengajar yang -mungkin karena mukanyaΒ baby faceΒ banget- kemana mana dicariin sama anak-anak. Haha πŸ˜† Pas istirahat, mereka sampe ngumpul di depan ruang guru, nyariin :mrgreen: Nih fotonya.

14
kakak, kakak.. πŸ˜€
13
foto bareng dulu.. πŸ˜€
12
kehebohan mereka πŸ˜€
15
masih isirahat, nyobain kameranya ‘kak polisi’ πŸ˜€

Setelah istirahat, maka anak-anak kembali ke kelas untuk melanjutkan sesi berikutnya. Oh iya, kegiatan mengajar ini terdiri dari 3 sesi yang selesai sekitar pukul 11.15 WITA dan kemudian dilanjutkan dengan acara penutupan.

17
menulis cita-cita pada selembar kertas
21
kertas digulung dan dimasukkan ke botol
11
saatnya main di luar kelas πŸ™‚

Di sesi ketiga kemarin, anak-anak juga diminta untuk menuliskan cita-cita mereka pada kertas warna-warni yang dibagikan. Kertas tersebut kemudian digulung dan dimasukkan ke dalam botol yang nantinya akan digantung di taman sekolah. Ya semacam menjadi pengingat dan penyemangat buat mereka untuk meraih cita-citanya.

Ada juga pengajar yang kemudian mengajak anak-anak bermain di halaman sekolah. Kebetulan cuaca juga agak mendung, jadi sangat mendukung untuk permainan-permainan lapangan. Sesi ketiga usai dan kami pun bersiap untuk penutupan acara.

22
aku bisa! kamu bisa! kita bisa!!!
23
Kemenkeu Mengajar: Dari Kami, Untuk Negeri

“Semoga tahun depan ada lagi kegiatan seperti ini.”, jawab Ibu Kepala Sekolah ketika kami tanya tentang harapan dan masukan untuk kegiatan Kemenkeu Mengajar. Beliau juga menyampaikan terimakasih, karena selain kami juga bisa merasakan bagaimana menjadi guru SD meski cuma sehari, kegiatan seperti ini juga dapat memotivasi serta memberikan semangat pada anak-anak untuk lebih giat belajar dan meraih cita-citanya.

Semoga ke depan kegiatan Kemenkeu Mengajar dapat dilanjutkan serta disempurnakan, untuk terus menebar manfaat dan semangat, membuka cakrawala dan cita-cita. Aku bisa, kamu bisa, kita bisa! πŸ˜€

***

Seluruh foto yang saya digunakan di sini adalah hasil jepretan Pak Janis Heriyanto. Di tim kami kemarin ada 3 dokumentator, Pak Heri, Mas Imam, dan saya. Kebetulan saya bagian videografer jadi ngga ngambil foto πŸ˜€ . Karya Mas Imam juga ada di steller stories, dapat dilihat di sini:Β dari kami untuk negeri.

Iklan

13 thoughts on “Kemenkeu Mengajar, SD Inpres Perumnas Makassar

    • Ismail Hasan Oktober 26, 2016 / 4:06 pm

      alhamdulillah,.
      selalu seru kalo sama anak-anak,. πŸ˜€

      • kunudhani Oktober 26, 2016 / 6:27 pm

        sekolahnya itu gmna milihnya mas?

      • Ismail Hasan Oktober 26, 2016 / 6:43 pm

        milihnya dulu lokasi mbak, pas pendaftaran. setelah itu baru dapat pembagian per tim buat per sekolahnya. kan ini kegiatan resmi kementerian keuangan, tapi menggunakan dana sendiri.

      • kunudhani Oktober 26, 2016 / 7:20 pm

        keren mas, aku sk sm kegiatanya (y)

  1. Gara Oktober 26, 2016 / 10:48 pm

    Eh keren banget, Masnya ikut yah, keren banget. Saya lihat pengumumannya di kantor kemarin cuma akhirnya tidak ikut karena kelamaan berpikir (sebetulnya tidak pede juga sih berdiri mengajar di depan anak-anak, haha, takut salah). Tapi kegiatan ini memang positif banget! Selalu senang dan lelah hilang jika melihat polah anak-anak yang lucu. Pasti ada rasa terharu juga melihat bagaimana impian itu begitu murni pada usia mereka. Wah, kalau begitu tahun depan saya ikut deh… tapi jadi fotografer saja, haha.

    • Ismail Hasan Oktober 27, 2016 / 6:06 am

      Haha.. iya Mas. Saya juga pas pertama lihat pengumuman pengen ikut tapi masih mikir2, akhirnya ngga daftar2. Tapi ternyata dari panitia ada yang kebetulan sekantor dan dia bilang kalo masih kurang tenaga dokumentator, yaudah akhirnya daftar susulan saya.. Hehe.
      Tapi seru Mas, semoga tahun depan ada lagi dan bisa berpartisipasi πŸ™‚

      • Gara Oktober 27, 2016 / 6:48 am

        Amin :)).

  2. winnymarlina Oktober 27, 2016 / 2:01 pm

    wah seru dirimu ismail main2nya anti mainstream

    • Ismail Hasan Oktober 27, 2016 / 2:24 pm

      Hehe.. alhamdulillah mbak kemaren bisa ikutan πŸ˜€

  3. ira i / ira noor Oktober 27, 2016 / 10:00 pm

    Bagus sekali kegiatan ini. Pasti anak-anak senang karena kedatangan ‘tamu’.

    • Ismail Hasan Oktober 28, 2016 / 10:36 am

      Hehe.. Iya mbak, heboh banget..
      Ya mungkin semacam rekreasi juga buat anak-anak soalnya kan ngajarnya cuma semacam games gitu, cerita-cerita, permainan kelompok, menggambar. Seru.. πŸ˜€

      • ira i / ira noor Oktober 28, 2016 / 10:39 am

        Iya betul. Anak saya kemarin di sekolahnya ada workshop membuat batik, dia senangnya bukan main.
        Kegiatan seperti ini membuka wawasan anak-anak, pengalaman kayak gini biasanya membekas di hati mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s