Mengakui Kesalahan

Barangkali kita masih harus bersyukur, ketika kita melakukan kesalahan dan kita sadar, kita tahu kita salah. Lantas kita pun menyesal. Ada beban, himpitan yang terasa di dalam dada. Ada kesempitan yang terasa yang kemudian berbuah perbaikan atas kesalahan yang telah dilakukan.

Sebab kita adalah manusia, yang tercipta dengan tabiat salah dan lupa. Maka sebaik-baik yang bersalah adalah yang bertaubat dan melakukan perbaikan. Maka kita pun meminta kepada Allah agar Ia karuniakan hati yang bersih, yang tersadar ketika bersalah, yang mudah diingatkan, mudah dinasihati. Hati yang mudah kembali kepada-Nya.

Ustadz Aan Chandra Thalib pernah memberikan nasihat dalam status facebooknya.
“Separoh hidup ini adalah nikmat, separohnya lagi adalah ujian, di antara keduanya itu manusia memetik pahala atau menuai dosa.
Nikmat membutuhkan syukur, ujian membutuhkan kesabaran, sementara dosa membutuhkan taubat.
Bila ketiga hal tersebut terkumpul pada diri seorang mukmin, dia pasti meraih bahagia.”

Maka inilah agama yang sempurna. Yang mengajarkan kita agar selalu berhati-hati. Bahwa tidak ada yang menjamin keselamatan kita, kecuali bila kita telah meninggal dalam keadaan beriman.

Inilah agama yang sempurna. Yang mengajarkan kita agar tidak takjub dan bangga dengan amal ibadah. Pun tidak tenggelam dalam lautan putus asa kala terjatuh ke dalam dosa. Bahwa selama pintu taubat masih terbuka, maka mari berlomba untuk sebuah akhir yang indah.

Iklan

2 thoughts on “Mengakui Kesalahan

  1. Prita Pdinata Juli 19, 2016 / 8:52 pm

    Wah, betul juga status facebook Ustadnya, setuju

  2. Shahfira Juli 23, 2016 / 8:02 pm

    Kalimat Ustadz Aan mengingatkan pada perkataan Umar r.a:
    “Andaikan sabar dan syukur itu adalah tunggangan, aku tak peduli mana yang harus ku kendarai.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s