Tanyakan

HP-ku berdering pelan, sebuah pesan whats app masuk. Kulihat, ternyata dari kamu. Diam-diam aku tersenyum saat membacanya, lalu teringat pengalamanku beberapa tahun lalu.

Saat itu aku sedang mendampingi adik-adik yang sedang belajar dalam rangka persiapan ujian nasional tingkat SD. Bertempat di ruang tamu yang tidak terlalu luas, mereka belajar bersama, mendiskusikan banyak hal dalam pelajaran mereka.

Saat itu ada diantara adik-adik yang perempuan yang memakai celana pendek. Ya, di atas lutut. Sementara pada umumnya anak perempuan lain mengenakan bawahan celana santai yang tidak terlalu panjang. Mungkin kalau di kami laki-laki, semacam celana tiga perempat.

Karena tempatnya sempit dan anak-anak juga campur laki-laki perempuan, aku melihatnya juga agak risih. Apalagi kemudian ada anak laki-laki yang nyebut-nyebut celana pendek. Mengejek, bercanda, biasalah anak-anak. Akhirnya saat itu aku putuskan untuk bicara sama mereka.

“Mm,. mulai besok, kalau les pakai pakaian sore ya, yang lebih sopan. Atasan pake kaos gapapa. Bawahannya pake yang panjang, yang perempuan pake rok silahkan, celana panjang juga gapapa.”, kurang lebih begitu saat itu aku bilang.

Dan tahukah kamu, aku mengatakan hal itu sebelum isya’, jeda istirahat sholat isya’ dan ketika aku balik dari masjid dan bersiap lanjut mengajar, mereka sudah rapi dengan rok panjang masing-masing. Menyambut dengan ekspresi manis mereka. Haha. Yang laki juga? Ngga lah, kan yang laki-laki ikut sholat di masjid. Hehe.

Apa ya? Seperti itu rasanya adem di hati, senang sekali. Ibarat kata, ada bahagia yang hadir tiba-tiba. Ya, ada bahagia yang hadir tiba-tiba, persis seperti yang aku rasakan sekarang. Saat membaca pesanmu.

“Eh, nantinya aku masih boleh pake celana ngga? Kalo pake celana nanti atasannya panjang kok.”

Pertama membacanya, aku sempat berpikir kok tanya begini. Dan kemudian aku pun teringat pada status facebook entah siapa yang sempat ku share entah kapan, sudah lama sekali sepertinya. Dan kamu, rupanya sedang membacanya. Mengumpulkan informasi tentangku, yang aku pun telah melakukan hal yang sama beberapa waktu yang lalu.

Dan demi status itu, yang aku menganggapnya sepintas lalu, kamu menanyakannya. Menanyakan hal yang mungkin kecil namun bagimu itu penting. Diam-diam aku tersenyum. Ingin sekali aku katakan, “Sampaikan, apa yang ingin kamu sampaikan. Tanyakan, apa yang ingin kamu tanyakan. Ya, tanyakan. Karena kamu berhak tahu kepada siapa akan meletakkan ketaatan.”

Iklan

22 thoughts on “Tanyakan

    • Ismail Hasan Mei 21, 2016 / 5:35 pm

      aku ngga ngerti sih,. hehe
      ya pengen nulis gitu aja, ngga tau jadinya apa. πŸ™‚

      • ilhamikhairina Mei 21, 2016 / 5:37 pm

        terlihat lebih mirip curcol #Ehem πŸ˜›

      • Ismail Hasan Mei 21, 2016 / 5:48 pm

        hahaha,. no comment dah.. πŸ˜€

      • ilhamikhairina Mei 21, 2016 / 6:56 pm

        xixixi, ketahuan…. >_<
        tapi tulisannya enak dibaca, mantap πŸ™‚

  1. chlova Mei 23, 2016 / 10:49 am

    suka ceritanya πŸ™‚

  2. annisarah Juli 8, 2016 / 9:10 am

    “Karena kamu berhak tahu kepada siapa akan meletakkan ketaatan”. Tsaaaah

  3. Shahfira Juli 18, 2016 / 11:16 am

    barakallah yaaa, ditunggu undangannya πŸ™‚
    entah kenapa feelingku ini bukan cerpen >,<

    • Ismail Hasan Juli 23, 2016 / 8:20 pm

      wa fiika barakallah mbak,.
      hehe,. mohon doanya saja mbak πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s