Penyambung Kebaikan

Pernah suatu kali, ketika saya sedang duduk di ruangan ada seorang teman yang lewat di koridor, lantas ia menoleh pada saya, “Ayo, sudah ashar.”, katanya. “Iya kak.”, jawab saya waktu itu.

“Diajak ko sholat itu tadi?”, seorang teman di ruangan saya bertanya memastikan. “Iya.”, jawab saya kemudian.

“Enaknya ya,. ada yang ngingetin sholat.”, lanjutnya. Iya, kakak yang tadi cuma ngajak saya aja. Kan teman saya yang nanya ini perempuan, jadi dia ngga diajak juga biar sholat ke masjid.

Tapi bener, kadang hal-hal yang mungkin kita anggap sepele, sekedar ajakan satu dua kata, namun dampaknya tidak sederhana. Ia yang mungkin awalnya sibuk dengan pekerjaan, sampai lupa sudah tiba waktunya sholat, tidak sempat mendengar sayup suara adzan. Lalu ada teman yang mengingatkan, baru kemudian, “Oiya, sudah waktunya sholat.” πŸ™‚

Ya,. maka jangan pelit. Jangan pelit untuk sekedar menampilkan wajah yang ceria. Jangan pelit untuk mengajak teman dalam kebaikan dengan kalimat-kalimat sederhana. Mulai dari hal-hal yang kecil, hal-hal dalam keseharian, kebaikan-kebaikan yang mungkin luput dari perhatian.

Mengapa? Karena banyak diantara saudara-saudara kita yang menanti uluran tangan. Mereka yang hatinya condong pada kebaikan, namun bingung kemana harus merealisasikan. Yang tidak tahu, apa-apa yang harus didahulukan.

Maka jadilah para penyambung kebaikan. Karena dakwah tidak harus lewat mimbar, tidak harus jadi ustadz juga tidak harus lewat pengajian. Sampaikan dakwah sebagai seorang saudara yang sama-sama mau berbenah. Yang sebagaimana ingin dirinya jadi lebih baik, ia inginkan yang demikian juga bagi saudaranya.

Semoga Allah selalu menjaga kita dalam kebaikan, mempertemukan kita dengan orang-orang yang baik, meletakkan kita di lingkungan yang baik. Meski baik bukan berarti yang sempurna tanpa cela, namun yang mau berusaha untuk terus berbenah.

Iklan

4 thoughts on “Penyambung Kebaikan

  1. pradilamaulia Mei 15, 2016 / 10:07 pm

    Benar sekali… kadang kalimat celetukan sederhana justru yang mengulik dan menyentuh hati.

    Nice share😊

    • Ismail Hasan Mei 16, 2016 / 6:45 am

      setuju,. sederhana yang penting tulus.. πŸ™‚

  2. ira i / ira noor Mei 18, 2016 / 7:41 am

    “Jadilah penyambung kebaikan…”
    suka sekali sama kata-kata itu πŸ™‚ terima kasih Mas Ismail

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s