Untuk Apa?

‘Untuk apa’ semestinya menjadi pertanyaan mendasar bagi kita laki-laki kala asa itu ada namun belum bisa mewujudkannya dalam langkah nyata. Sebab mereka adalah mutiara yang tersimpan, sebaik-baik perhiasan. Bukan hiburan, apalagi sekedar pengisi waktu luang.

Berat? Memang, karena mungkin sudah fitrahnya laki-laki untuk memberi perhatian. Ingin memastikan keadaannya baik-baik saja. Come on, kamu bukan bapaknya šŸ˜€

Terkadang ada juga yang mungkin sudah berniat serius melangkah. Memperlihatkan itikad baiknya, namun sayang ternyata ia melakukannya pada beberapa orang yang berbeda dalam waktu yang sama. Kalau yang satu ngga berhasil, setidaknya masih ada harapan yang lain, begitu kilahnya. Bro, ini bukan perkara beli sepatu yang bisa coba-coba sesukanya lalu bahkan bisa pergi tanpa harus membeli.

Ketahuilah, bukan sikap laki-laki yang baik ketika ia memberi perhatian pada beberapa perempuan. Memberikan sinyal-sinyal positif. Menyebabkan mereka menaruh harap padanya, sementara ia sendiri ragu tentang langkah yang akan diambilnya.

Semoga kita bisa terus belajar untuk menjadi laki-laki. Laki-laki yang bisa dipegang perkataannya. Laki-laki yang paham bahwa mencintai berarti menjaga. Menjaga sesuatu yang teramat berharga untuknya.

image

Kebetulan nemunya dulu yang versi perempuan. Berlaku juga sebaliknya šŸ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s