Berjuang

Saya percaya bahwa setiap diri kita memiliki kehidupan, aktivitas harian yang berbeda-beda. Melakukan hal yang berbeda, juga memiliki tanggung jawab yang berbeda. Namun, yang jelas setiap dari kita sedang berjuang. Berjuang untuk menjadi lebih baik, untuk memberikan manfaat minimal untuk diri sendiri.

Minggu ini saya mendapat dua kabar gembira. Pertama, ada teman saya yang menjadi ayah. Dia ini teman saya sejak kuliah dulu di Manado. Alhamdulillah, istrinya melahirkan jagoan kecil dengan sehat dan selamat. Saya jadi teringat kejadian tahun lalu, waktu itu kami sedang makan bareng di angkringan pinggir jalan. “Kita so mau menikah, Mail.”, ucapnya dengan gaya bicara Manado (kita = saya, so = sudah). Lalu pembicaraan pun mengalir sembari kami menikmati makanan. Apa ya? Rasanya baru kemarin aja kami ngobrol begitu. Eh, sekarang dia udah punya anak aja. Hehe πŸ˜€

Satu lagi kabar gembira, tentang kelahiran juga. Teman saya STAN, seorang perempuan yang kini resmi jadi seorang ibu. Dia ini teman sekelas saya waktu diklat di Bogor dulu (DTU). Kami sekelas ini punya grup whats app, jadi kalau ada kabar apa-apa, yang lain jadi tahu. Kadang juga buat tempat diskusi atau tanya-tanya soal kerjaan. Apalagi memang anggotanya beragam, dari seluruh penjuru tanah air, dari Aceh sampai Jayapura. πŸ™‚

Ngga, saya ngga ngajak galau kok. Haha πŸ˜† Ya tadi, setiap orang punya tanggung jawab yang berbeda. Yang jelas, apa yang kita punya sekarang, inilah yang terbaik. Apa yang ada disyukuri, juga berusaha agar bisa lebih baik lagi.

Untuk dua teman saya ini, semoga bisa menjadi orang tua yang terbaik untuk anaknya. Dan semoga anak-anak mereka tumbuh sehat, menjadi anak yang shalih, penyejuk hati kedua orangtuanya. Aamiin.

Selain kabar gembira, saya juga mendapat kabar musibah. Istri teman saya, jatuh dari motor. Kebetulan kemarin sempat ke rumahnya dengan beberapa teman. Yang membuat kondisi lebih berat adalah karena mbaknya sedang hamil 6 bulan. Dan cederanya juga cukup parah. Tulang lengan atasnya patah (meski bukan patah total), dan cedera serius di kaki yang membuatnya ngga bisa digerakkan. Jadi, setiap hari mbaknya hanya bisa istirahat di tempat tidur dan kalau mau kemana-mana harus digendong.

Masnya juga cerita kalau memang kemarin beliau berdua memilih untuk tidak dilakukan operasi. Ada dua opsi yang bisa dipilih. Pertama, dilakukan operasi untuk membantu proses penyembuhan tulang yang patah. Namun resikonya, janin bisa jadi tidak bergerak lagi setelah proses anestesi (pembiusan). Saya yang cuma denger saja merinding. Opsi kedua, mengutamakan keselamatan janin. Terhadap cedera yang ada, hanya dilakukan gips supaya tangan tidak bergerak. Selebihnya, proses penyembuhan hanya berharap pada tubuh yang melakukan recovery sendiri. Dan beliau berdua memilih opsi ini.

Dan tahukah kita? Dari awal mbaknya kecelakaan, mengalami patah tulang dan seterusnya. Beliau tidak diberikan obat pereda nyeri, kecuali hanya sanmol. Ini adalah pereda nyeri yang paling ringan. Kebayang ngga, orang patah tulang ngga pake pereda nyeri. Sampai masnya cerita, beberapa hari pertama mbaknya ngga bisa tidur. Kadang juga sudah tidur, tiba-tiba bangun dan teriak kesakitan.

Semoga beliau berdua diberikan kesabaran untuk melalui musibah ini. Semoga Allah menjadikannya sebagai sarana penghapus dosa, pengangkat derajat dan kemuliaan di sisi-Nya. Dan semoga juga Allah berikan kesembuhan untuk sang ibu, kesehatan untuk ibu dan janinnya. Hingga bisa melahirkan dengan sehat dan selamat nantinya. Aamiin.

Memang ya, ujian itu sesuai dengan kadar kemampuan seorang hamba. Ujian yang berat, tanggung jawab yang besar hanya diberikan pada mereka yang benar-benar siap. Makanya dilarang bagi kita untuk ngotot meminta sesuatu bila itu perkara dunia. Sederhana, karena kita tidak tahu mana yang terbaik bagi diri kita. Ada sebuah quote menarik, bahwa jawaban doa itu selalu iya. Iya, boleh. Iya, nanti. Iya, tapi yang lain.

Have a nice weekend. Selamat beraktivitas. πŸ™‚

Iklan

14 thoughts on “Berjuang

  1. Rissaid Maret 19, 2016 / 4:25 pm

    Penutupnya keren. Makasi uda mengingatkan kak Ismail πŸ™‚

  2. winnymarlina Maret 19, 2016 / 8:57 pm

    benar tak kan diuji melbeih batas kemampuan seseorang

  3. Gara Maret 19, 2016 / 10:37 pm

    Ya Tuhan, mudah-mudahan mbak yang sedang kesakitan itu cepat sembuh dan melahirkan bayinya dengan selamat. Terharu banget, mereka mengutamakan anaknya di atas diri sendiri. Sungguh mereka berdua orang tua yang sangat mulia…
    Iya penutupnya keren. Terima kasih sudah mengingatkan ya Mas :)). Mudah-mudahan setelah membaca ini semua orang jadi makin pandai bersyukur :amin.

    • Ismail Hasan Maret 20, 2016 / 7:02 am

      Iya, terharu banget sama mbaknya. Saya pikir semua orangtua juga begitu Mas, tinggal bagaimana kita anaknya bisa berbakti pada mereka. Itu PR-nya πŸ™‚

      • Gara Maret 20, 2016 / 7:18 am

        Amin ya :)).

  4. Pamela Fitrah Maret 21, 2016 / 7:14 pm

    ya Allah kebayang deh kalo patah tulang gak dikasih obat penyeri soalnya pernah ngalamin patah tulang, emang sih kalo lg hamil serba salah rasanya. pernah sakit gigi tetap bertahan gk minum obat hiks kebayang deh

    btw selamat yaa utk kelahiran anak dua temennya smg mjd anak sholeh or sholehah

    • Ismail Hasan Maret 22, 2016 / 11:25 am

      Iya mbak. Sakit gigi ngga minum obat? semua demi si janin mbak ya. Semua ibu memang begitu πŸ™‚

      Iya mbak, semoga jadi anak-anak yang sholih. Aamiin. Dua-duanya laki-laki. πŸ™‚

  5. meutia~halida Maret 21, 2016 / 10:08 pm

    Suka dengan kalimat ini:

    “Jawaban doa itu selalu iya. Iya, boleh. Iya, nanti. Iya, tapi yang lain.”

    Keep writing πŸ™‚

    • Ismail Hasan Maret 22, 2016 / 4:32 pm

      Iya mbak, terimakasih.
      Semoga, karena menulis itu menenangkan πŸ™‚

  6. ira i / ira noor Maret 23, 2016 / 8:44 am

    semoga temannya yang habis kecelakaan itu cepat sembuh ya, duh kasihan mana lagi hamil, semoga sehat bayi dan ibu sampai waktunya melahirkan….aamiin

    • Ismail Hasan Maret 23, 2016 / 9:33 am

      iya mbak, begitu ya kalau ibu sedang hamil.. hiks

      aamiin, semoga cepat sembuh πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s