LGBT dan Siapa yang Benar Peduli

Ku tak akan pergi
Meninggalkanmu sendiri
Temani hatimu, cinta

Letto – Sebelum Cahaya

LGBT. Ya, yang begitu hangat pemberitaan juga pembicaraan di media. Bahkan semalam ada pembahasan di ILC, menghadirkan pendukung LGBT (mendukung agar mereka tetap begitu saja) dan mereka yang peduli terhadap LGBT (agar mereka bisa sembuh dan merdeka).

Ya, saya sengaja tidak mengatakan pro dan kontra. Tidakkah kita tahu. Mereka yang benar-benar peduli. Mereka yang benar-benar menyayangi, adalah mereka yang senantiasa menginginkan kebaikan bagi saudaranya. Yang ikut bersedih kala melihat saudaranya terluka. Yang ikut bersedih kala melihat saudaranya berada di jalan yang tak semestinya. Percayalah, seorang ibu yang baik tidak akan membiarkan anak balitanya bermain pisau.

Jangan terpedaya dengan mulut manis mereka yang mengaku cinta. Mereka yang mengaku membela. Entah terbuat dari apa hati mereka. Bukankah mereka terlahir dari rahim seorang ibu. Percayalah, mereka yang benar-benar cinta tidak akan rela saudaranya berbuat salah.

Hal penting yang harus kita sadari. Bahwa yang salah harus kita akui salah. Kita tidak akan mencari pembenaran. Kita tidak akan mencari pembelaan. Yang perlu dilakukan adalah menerima. Menerima bahwa ini salah dan kita harus memperbaikinya. Kita harus berubah.

Yakinlah bahwa setiap orang punya masalah. Ada yang diuji dengan perasaan cinta kepada wanita yang sudah bersuami. Ada yang diuji dengan keadaan yang mengharuskan jauh dari istri sementara godaan datang dari kanan kiri. Pun, ada yang diuji dengan kecenderungan rasa sesama jenis yang kita tahu itu menyalahi fitrah kita sebagai manusia. Dan kuncinya pun sama. Bersabar. Bahwa kecenderungan jiwa yang salah tidak bisa kita turuti kemauannya. Bahwa itu harus dilawan. Dan yakinlah bahwa Tuhan kita tidak menguji hambanya melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Tidak ada manusia yang sempurna. Namun yang Allah lihat pada kita adalah usahanya. Maka biarkan kita melewati jalan yang mendaki. Jalan yang membuat kita lelah dan payah. Biarkan kita terjatuh, asal kita tetap bisa bangkit dan berjalan lagi. Tak peduli harus berapa kali. Dan kita pun tak peduli sampai dimana kita nanti. Karena yang terpenting adalah ketika kita mati, kita tetap berada di jalan ini. Ya, itulah jalan mendaki. Jalan kita menuju-Nya. Dan bukankah ketika kita berjalan ke arah-Nya, Dia yang akan berlari menyambut kita?

أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[Surat Al-Maidah (5) ayat 74]

image

Kepada siapa lagi kita berharap bila bukan kepada-Nya?

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
[Surat Al-Baqarah (2) ayat 186]

Dan ingatlah bahwa kita tidak sendiri. Ada keluarga yang menyayangi. Mereka yang selalu berdoa untuk kebaikan kita. Yang bahkan mungkin berderai air mata memohonkan kehidupan yang lebih baik untuk kita. Bila pun kita tidak memiliki mereka, masih banyak saudara kita yang peduli. Yang tidak lupa memohonkan kebaikan bagi kita dan kaum muslimin seluruhnya. Juga pada do’a – do’a yang melangit dari para khatib jumat yang diamini seluruh jamaah. Memohonkan ampunan untuk kaum muslimin. Memohonkan kebaikan bagi kita semuanya.

Iklan

One thought on “LGBT dan Siapa yang Benar Peduli

  1. praditalia Februari 18, 2016 / 1:25 pm

    Setuju mas… kadang yang merasa pro LGBT sebenarnya adalah orang-orang yang nyatanya benar2 tak peduli pada mereka. Toh nanti kalau dampak negatifnya muncul… palingan orang tua kita yang bakalan ngerawat dan mereka akan pura2 gak tahu apa2. Dunia memang sudah uzur… kebenaran sudah luntur… akibat kesalahan yang tak diatur… dan nasehat yang tak disampaikan karena diulur-ulur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s