Bintang-Bintang Kecil

Bayi dan anak-anak. Rasanya selalu menyenangkan berinteraksi dengan mereka. Melihat senyumnya, juga tawanya. Dan menurut saya, anak-anak, terlebih yang masih dalam gendongan atau tertatih-tatih berjalan, melihat mereka saja membuat kita bahagia. They are so pure.

Mereka, para bintang kecil ini punya aura positif yang luar biasa. Dekat dengan mereka membuat sisi-sisi positif kita muncul. Sifat penyayang, juga sabar. Kita seperti belajar tentang cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya.

Dan tahukah kita bahwa yang paling membahagiakan adalah ketika kita menatapnya, kita tersenyum. Dan kemudian dia juga ikut tersenyum pada kita. Atau bahkan tertawa. Itu bahagia banget, adem rasanya. Padahal ini baru anak orang lho. Gimana kalo anak sendiri ya. πŸ˜† Ya, semoga Allah beri kesempatan suatu hari nanti. Aamiin πŸ™‚

Ini tadi saya sempat main ke rumah teman. Senior di kantor. Kebetulan memang dia baru saja pindah rumah. Nah, dari pada saya cuma bengong ngga jelas di rumah. Akhirnya saya minta izin buat main ke rumahnya.

Teman saya ini (saya manggilnya mas) punya anak perempuan kecil. Umurnya sekitar satu tahun. Sudah bisa berjalan sedikit-sedikit. Masih suka pegangan di pinggir meja, atau sofa. Lucu banget pokoknya. πŸ˜€ Belum lagi karena termasuk baru ketemu saya meski bukan yang pertama. Dia agak malu-malu gitu. Hahaha

Itu anak masnya yang kedua. Kakaknya laki-laki, sudah sekolah TK. Kalau yang kakaknya sudah sering ketemu. Kadang juga kalau pas lagi acara ibu-ibu di kantor, dia diajak. Paling banter kalo manggil om hasan. Hahaha πŸ˜†

Apa ya. Kita bersyukur. Bersyukur karena Allah karuniakan kepada kita jiwa yang masih berada di atas fitrah. Alhamdulillah. Jiwa yang suka dengan anak-anak. Jiwa yang punya naluri ayah. Jiwa ingin berkeluarga, ingin mengayomi, melindungi, juga menyayangi.

Ya, kita harus bersyukur. Karena ada di antara saudara-saudara kita yang Allah uji dengan kecenderungan yang berbeda. Kecenderungan yang salah dan harus dilawan. Ya, kita sering dengar akhir-akhir ini. Tentang LGBT. Semoga Allah beri hidayah dan kemudahan untuk kembali ke jalan-Nya yang lurus.

Kembali ke bahasan anak-anak tadi. Ya, pada mata-mata yang jernih. Tangan-tangan mungil yang lucu. Barangkali benar, kita merasakan kenyamanan ketika berinteraksi dengan mereka tersebab jiwa-jiwa mereka yang hanif. Mata yang tidak pernah melihat yang haram. Tangan kecil yang tidak pernah melakukan hal terlarang. Jiwa yang bersih dan suci. Juga tentang ketulusan mereka. Tidak ada pura-pura. Tentang senyum yang sebenar-benar senyum. Atau juga tawa dengan sebab yang terlalu sederhana. Hal yang membuat kita sadar bahwa bahagia itu bukan ada dimana, terletak pada siapa. Namun bahagia ada di hati kita.

image
suka πŸ™‚
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s