Bukit Maddo’, Bukit Serasa Puncak Gunung

Mungkin agak lebay ya judulnya. Hehe. Saya cuma mau cerita saja tentang trip ke sana akhir pekan kemarin. Ya, ke bukit Maddo’. Lokasinya termasuk wilayah kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Memang di wilayah ini, mulai dari kabupaten-kabupaten sebelumnya sih, banyak pegunungan karst (gunung kapur) ditambah dengan bukit-bukit. Jadi ya, berderet dan seperti saling menyambung.

Bukit Maddo’ yang kami kunjungi ini adalah satu dari sekian banyak bukit yang ada di sana. Mengapa bukit ini istimewa? Tentu saja karena pemandangan dari atasnya yang keren dan tiada duanya. πŸ˜€ Iyalah, setiap tempat kan pasti punya kekhasan masing-masing.

Biar ngga penasaran, numpang foto dulu. πŸ˜†

image
Sungai di bawah sana semakin membuat dia istimewa

Saya ke sana bersama teman-teman Makseltracom. Kumpulan para pecinta alam alias suka jalan-jalan. :mrgreen: Kan memang ngetrip enaknya bareng-bareng, iya kan? Terus ngetrip bareng kamunya kapan? πŸ˜†

Kami ke sana sembilan orang, dengan dua mobil. Perjalanan dari Makassar ke lokasi mungkin sekitar tiga jam. Kami kemarin sih lebih, karena memang lebih santai. Dua kali singgah, untuk sholat dan makan. Ditambah lagi masih nyasar nyari lokasinya. Hehe. πŸ™‚ Emang baru pertama ke sana. Alhamdulillah, menjelang waktu Ashar kami tiba di sana.

Oh iya, ini bukit lho ya? Jadi bukan hiking. Rombongan kami memang belum pernah hiking. Bukan apa-apa. Anggotanya kan beragam kekuatan fisiknya. Tidak semua kuat nanjak. Jadi ya destinasi kami kebanyakan ke pantai, pulau, hutan/lembah, dan bukit seperti ini. Ditambah lagi kami hanya punya waktu sabtu minggu. Jadi milihnya yang ngga terlalu jauh, dan tidak terlalu menguras fisik.

Kami naik ke bukit. Cukup capek juga karena harus bawa barang banyak. Kurang lebih menaiki bukit sekitar dua ratus meter dari jalan raya, kami memutuskan camping di situ. Ya, mendirikan tenda. Bukit ini termasuk bukit berbatu. Jadi ya harus nyari yang tanahnya agak lempar buat bisa bikin tendanya. πŸ™‚

Alhamdulillah, sekitar jam 16.30 tenda sudah berdiri. Kami bersembilan membawa empat tenda. Dua untuk perempuan dan dua untuk laki-laki. Tendanya juga ngga seragam. Ada yang cuma bisa buat satu orang aja, ada yang bisa isi empat orang πŸ™‚ Setelah tenda selesai, saatnya kami untuk menikmati senja πŸ˜†

image
Full team

Ini nih, sore di sana. Ini kondisi setelah hujan gerimis. Masih terlihat awan, tapi pemandangan cerah. Hamparan perbukitan ditambah sungai yang menambah manis pemandangan. Beberapa kali juga tampak rombongan burung beterbangan. Adem rasanya, alhamdulillah πŸ™‚

Lanjut ke esok harinya saja ya. Subuh gerimis turun namun tidak terlalu lebat dan hanya sebentar. Kami bersiap menyambut matahari. Meski tertutup awan, kilauan jingga tetap terlihat memesona.

image
Tuh, kilauan jingganya πŸ™‚

Beberapa dari kami kemudian mencoba untuk naik bukit lebih tinggi. Sekadar melihat sekitar sambil jalan olahraga pagi. Ini fotonya πŸ™‚

image
Pinjam model πŸ˜†

Awannya berjalan dan kayaknya cuma sepelemparan batu di depan kami. Kami pun turun untuk menyiapkan sarapan pagi.

image
Yang terlihat merah kecil di kejauhan itu salah satu tenda kami
image
Turun, turun!

Acara selanjutnya adalah sarapan. Lalu bersih-bersih, mengumpulkan sampah. Dan memang sebaiknya ngga sampai siang. Panas sodara! Dan kemarin, jam 9 kami sudah turun gunung. Eh, turun bukit maksudnya. :mrgreen:

Ok, thanks for reading πŸ˜€

Iklan

14 thoughts on “Bukit Maddo’, Bukit Serasa Puncak Gunung

    • Gara Januari 20, 2016 / 4:29 pm

      Karst Sulawesi Selatan memang diduga daerah kebudayaan megalitikum, sih… :hehe *izin nimbrung*.

      • Ismail Hasan Januari 20, 2016 / 4:31 pm

        menhir apaan yak?
        emang yang di situ banyak batu-batunya.. ada yang dikeruk buat pelebaran jalan, di dalamnya juga penuh batu. πŸ™‚

      • Gara Januari 20, 2016 / 6:50 pm

        Seperti tugu batu atau batu nisan tunggal, Mas :hehe.
        Hmmm… bakalan jadi seperti Gunung Padang nih kayaknya :hihi.

      • Ismail Hasan Januari 20, 2016 / 6:59 pm

        Ooh,. ini mah batu alam Mas,.. πŸ˜€

  1. Gara Januari 20, 2016 / 4:33 pm

    Bagus bukit dan tempat camping-nya… pemandangannya juga keren banget, saya tumben melihat awan serendah itu plus ada sungai membelah di tengah-tengah. Bagus, Mas. Asyik juga bisa sama teman-teman menjelajah ke sana :)).

    • Ismail Hasan Januari 20, 2016 / 4:38 pm

      Iya Mas,. tempatnya memang istimewa.. adem sekali rasanya..

      Oiya, itu awan memang tiba-tiba muncul saja. Kemarin sempat turun kabut, terus tiba-tiba hilang dan cerah. Kelihatan arak-arakan awan. Pokoknya emang suasananya ngga terduga, sudah macam suasana hati saja. Haha πŸ˜†

      • Gara Januari 20, 2016 / 6:49 pm

        Wah, dramatis Mas… kalau ada di sana mata saya pasti tak berkedip melihatnya.

  2. Jejak Parmantos Januari 20, 2016 / 4:58 pm

    Foto kelok sungai dengan latar sunrise indah banget… macam ular yang tak berujung…

    • Ismail Hasan Januari 20, 2016 / 5:06 pm

      Hehe,. iya, padahal gambar kamera hanya mewakili sebagian kecil dari keindahan di sana.. Yang dilihat langsung ngga bisa terwakili πŸ™‚

      • Jejak Parmantos Januari 20, 2016 / 5:10 pm

        Tapi aseli mas, itu keren banget. jadi bayangin punya gubuk di atas bukit itu, dengan mushola menghadap sungai… dzikir selepas terasa lbh mudah dan segar kayaknya… (y)

      • Ismail Hasan Januari 20, 2016 / 5:12 pm

        Iya,. adem rasanya Mas..

  3. reza aprilda Januari 21, 2016 / 2:36 pm

    kerenn,,bukit megalitikumnya seperti gunung padang di cianjur…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s