Apa Iya?

Ini dia pesanannya sudah datang. Dua mangkuk soto ayam. Untuk minum, dia memesan es teh sementara aku es melon. Aku suka es melon di sini. Serutan melonnya terasa begitu manis dan menyegarkan. Alhamdulillah.

Sementara makan, kami pun berbincang ringan. Tentang kegiatan kami saat ini, tentang teman-teman kami dulu semasa kuliah. Hingga pada topik tentang beberapa teman kami yang sudah menikah.

“Kamu sendiri, sudah sampai mana prosesnya?”, tanyaku kemudian. Selain karena penasaran, aku juga berharap ada sesuatu yang bisa aku pelajari darinya. Ia hanya tersenyum lebar.
“Terkadang ada sih keinginan untuk menyegerakan,”, tuturnya. “tapi ya kadang muncul kembali pertanyaan. Apa iya?”, lanjutnya kemudian. Aku ikut tersenyum, mengangguk pelan.

Bukan. Aku tidak menangkap kalimatnya sebagai keraguan untuk memilih menunda pernikahan sebagai sebuah kebaikan. Hanya saja, lebih kepada sikap hati-hati dalam memandang pernikahan sebagai tanggung jawab yang besar.

“Sudah ada calon?”, tanyaku kemudian yang lagi-lagi hanya berbalas senyum.
“Belum. Kamu nih paling yang sudah mau segera.”, lanjutnya mencandai. Aku memilih tersenyum saja, daripada salah bicara.

Mungkin beginilah kami laki-laki. Selalu kesulitan kala bicara tentang perasaan. Tidak mudah bagi kami untuk bercerita, apalagi sampai menyebutkan nama. Toh, nantinya pun semua akan tahu bila sudah tiba saatnya.

Ya, aku pun kadang berpikir demikian. Mengatur diri sendiri saja sering kesulitan, mau nanggung anak orang. Hehe πŸ™‚ Meski tidak selalu seperti itu sih. Bukankah pernikahan pun adalah sebuah proses pembelajaran. Belajar untuk memahami, menurunkan ego, juga belajar mengakui kesalahan. Aku pikir, kalau menunggu sampai benar-benar siap, kita tidak akan pernah sampai pada titik itu. Cukuplah dengan niat yang baik, tujuan yang baik, serta komitmen untuk sama-sama belajar dan berbenah. Semoga Allah mudahkan urusan lainnya.

Pun demikian bila nantinya aku mengajukan sebuah permintaan. Itu bukan karena aku merasa pantas untuk membersamaimu, untuk menjadi imammu. Bukan. Hanya saja aku berprasangka baik kepadamu, setelah kepada Tuhanku, bahwa kamu akan bersedia menolongku. Menolong untuk menyelamatkan agamaku.

Dan tentu saja tidak harus kamu orangnya. Aku pun tahu, Tuhan kita punya terlalu banyak cara untuk membuat pertemuan, untuk mempersatukan. Pun mudah bagi-Nya untuk menakdirkan sebuah perpisahan.

Iklan

10 thoughts on “Apa Iya?

  1. winnymarlina Januari 11, 2016 / 12:48 am

    jadi agak mengerti tentang cara berpikir laki-laki khusunya dibait terakhir

  2. shiq4 Januari 11, 2016 / 1:24 am

    Klo saya lelaki yang ingin terbiasa mengungkapkan perasaan. πŸ˜€

    • Ismail Hasan Januari 11, 2016 / 8:15 am

      iya, asalkan memang sudah waktunya.. πŸ™‚

  3. Yusuf Muhammad Januari 11, 2016 / 5:21 pm

    Jangan lupa undangannya ya kalau mau nikah, “barangkali” ane bisa datang nanti, hehe..

    • Ismail Hasan Januari 11, 2016 / 5:42 pm

      insyaAllah Mas,.
      minta doanya ya.. semoga bisa segera.. πŸ˜€

      • Yusuf Muhammad Januari 12, 2016 / 4:47 am

        Ψ’Ω…ΩŠΩ† يا Ψ±Ψ¨Ω‘ Ψ§Ω„ΨΉΨ§Ω„Ω…ΩŠΩ†

  4. ira i / ira noor Januari 14, 2016 / 12:35 am

    Iya aja lah Mas Ismail πŸ˜€
    Apalagi yang ditunggu, bukan kah menikah itu menyempurnakan separuh agama?

    • Ismail Hasan Januari 14, 2016 / 10:14 am

      Hehe,. iya Mbak, mohon doanya πŸ™‚

      Kan menikah bukan tentang diri saya sendiri, harus ada juga calon istrinya πŸ™‚

      • ira i / ira noor Januari 14, 2016 / 10:16 am

        semoga segera dipertemukan dengan jodohnya…aamiin

      • Ismail Hasan Januari 14, 2016 / 10:18 am

        Aamiin..
        barakallahu fiik Mbak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s