Agar Tidak Serupa Mesin Rusak

“Dia terlihat sedih.”, ujar Hugo Cabret dalam film Hugo (2011), mengungkapkan perasaannya kala melihat automaton peninggalan ayahnya. Automaton adalah sebuah robot dengan mesin serupa jam mekanik rumit. Ayah Hugo menemukannya di museum dalam kondisi rusak dan berkarat. Lalu, Hugo dan ayahnya bertekad untuk memperbaikinya. Sayang, belum selesai mereka memperbaikinya, ayah Hugo meninggal dunia.

Ya, itu adalah sekelumit kisah dalam film Hugo. Film yang sangat berkesan. Barangkali benar, bahwa mesin-mesin itu terlihat sedih ketika rusak. Ketika mereka tidak lagi dapat melakukan apa yang menjadi tugasnya. Ketika sepeda tidak lagi dapat mengantarkan pemiliknya, ketika kipas angin tidak lagi dapat memberikan kesejukan bagi mereka yang ada di sekitarnya. Bahkan, mereka kehilangan makna keberadaannya. Kipas angin tidak lebih dari sekedar tumpukan material besi dan plastik kala ia kehilangan fungsinya.

Tahukah kita? Hal demikian juga berlaku pada kita manusia. Manusia yang paling berbahagia, adalah ia yang mampu melakukan peran-peran yang ia emban dengan sebaik-baiknya. Peran sebagai anak, ayah, ibu, kakak, adik, teman, sahabat juga peran lainnya. Dan tentu peran terbesar bagi kita manusia adalah peran sebagai seorang hamba.

Maka tentu, mereka yang bisa melakukan perannya dengan baik, melaksanakan tugas dan fungsinya dengan maksimal, serta memiliki tujuan hidup yang jelas, mereka itulah manusia yang bahagia.

Pun kita mengakui, ketika kita melangkah dengan langkah yang tak semestinya, ketika tujuan tidak lagi terarah, ketika kita menyelisihi jalan hidup yang semestinya, kita merasakan ada yang salah. Bahwa seharusnya hidup kita tidak seperti ini. Ya, kita seumpama mesin yang rusak. Maka, bersyukurlah bila kita menyadarinya karena dengan demikian kita pun bisa segera memperbaikinya.

Ketika menyampaikan materi “Hati yang Tak Terobati”, Ustadz Syafiq Riza Basalamah menyampaikan bahwa orang yang paling berbahagia adalah mereka yang tidak menyimpan dendam dan kebencian. Orang yang paling berbahagia adalah mereka yang senantiasa memaafkan. Dan salah satu motivasi kita memaafkan orang lain adalah kesadaran bahwa kita pun memiliki banyak kesalahan. Maka, sebagaimana kita ingin kesalahan kita dimaafkan oleh Allah, kita pun berusaha untuk memaafkan kesalahan saudara kita.

Betapa bahagianya mereka yang berhati lapang,
yang paham akan indahnya penerimaan dan berbaik sangka,
yang tidak pernah menyimpan dendam, amarah juga kebencian,
pun iri serta dengki,
ketika orang berbuat salah, mereka memaafkan,
ketika ada yang menyakiti, mereka mengingat kebaikan yang pernah dilakukan,
ketika mereka dimusuhi, justru mereka mendoakan untuk kebaikannya
semoga Allah merahmati mereka, dan semoga kita termasuk di dalamnya. šŸ™‚

Iklan

8 thoughts on “Agar Tidak Serupa Mesin Rusak

    • Ismail Hasan Januari 10, 2016 / 5:06 pm

      iya mbak,. memaafkan itu menenangkan šŸ™‚

  1. Yusuf Muhammad Januari 10, 2016 / 6:19 pm

    Suka banget sama postingannya.. Makasih ya sudah share ilmunya..

    • Ismail Hasan Januari 10, 2016 / 6:59 pm

      iya mas, saling mengingatkan šŸ™‚

  2. Shahfira Januari 11, 2016 / 2:47 pm

    Suka banget film Hugo, sedernaha tapi dalam dan menyentuh… Udah lama banget sih ya tapi, jadi udah lupa ceritanya gimana *malah bahas hugo-nya šŸ˜€

    • Ismail Hasan Januari 11, 2016 / 3:19 pm

      iya mbak,. nonton pertama kali dulu waktu masih kuliah.. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s