Ketika Ayah Ibu Bertamasya ke Cinet

Ya, cerita ini adalah tentang kisah perjalanan (halah, apaan coba) orangtua saya pas libur tahun baru kemarin. Saya cuma bisa mendengar ceritanya via telpon secara lengkap dan jelas tadi malam saat jadwal rutin saya nelpon ke rumah. πŸ™‚

Lokasi tamasya (saya ngga paham bedanya tamasya, liburan dan teman-temannya) yang kemarin dipilih beliau berdua adalah Kedung Cinet. Sebuah tempat wisata alam di Jombang yang baru booming beberapa waktu lalu. Sempat dimuat di Hipwee, banyak yang post di instagram, terakhir juga sempat ‘masuk’ tivi.

Sebenarnya sejak saya di rumah kemarin, Ayah saya sudah ada keinginan untuk pergi ke sana. Alasan pertama, penasaran pengen tahu. Saya juga heran darimana Ayah saya dapat info soal Kedung Cinet. Punya akun medsos juga ngga, paling banter info dari tivi atau teman-teman kerja beliau. Hehe πŸ˜€

Saat itu Ayah juga bilang kalau mau ke sana, kayaknya agak susah kalau bawa mobil. Alasannya, lokasi cukup terpencil dan akses jalan kabarnya juga masih susah. Jadi, kalau mau ke sana ya sebaiknya pake motor. Demi mendengar kata ‘motor’, Ibu saya langsung excited. “Berarti sama aku perginya.”, Ibu langsung menimpali. “Iya, sambil cek lokasi. Kali aja bisa buat liburan sekeluarga.”, Ayah menanggapi.

Bepergian naik motor memang favorit bagi Ibu saya. Beliau memang sering kurang menikmati perjalanan bila naik mobil. Mabuk kendaraan, itulah alasannya. πŸ™‚

Akhirnya, hari jumat kemarin Ayah sama Ibu jadi motoran ke Kedung Cinet. Oleh karena hari jumat, beliau berdua pun berangkat pagi-pagi. Harapannya, biar belum jumatan sudah balik rumah.

Perjalanan ke sana ditempuh dalam waktu, berapa ya? Yang jelas ngga sampai berjam-jam. Hanya perjalanan lintas kecamatan πŸ™‚ Rupanya di kecamatan Plandaan (lokasi wisata tersebut) pun Kedung Cinet belum terlalu dikenal. Waktu Ayah saya sempat berhenti di perjalanan untuk bertanya, ibu-ibu penjual di warung yang ditanya malah ngga ngerti ada apa di Cinet. “Ada perlu apa pak ya ke Kedung Cinet?”, dengan polosnya ibu itu bertanya. Wajar sih pertanyaannya begitu karena Kedung Cinet adalah salah satu desa paling ujung, bukan jalan ke kecamatan atau kabupaten lain. Pokoknya terpencil lah. πŸ™‚

Ketika lokasi sudah agak dekat, jalan yang dilalui juga kian menantang. Apalagi, malam sebelumnya sepertinya turun hujan cukup deras. Jalanan tanah putih khas pegunungan kapur jadi semakin licin dan berlumpur. Tanahnya liat dan nempel di ban motor (bahasa jawa: kembet), jadi memang butuh perjuangan ekstra.

Akhirnya setelah melewati jalanan berlumpur tersiram hujan yang licin dan membuat keringat bercucuran, lebay πŸ˜† sampailah Ayah dan Ibu saya ke lokasi dimaksud. Sebuah sungai dengan deretan batu besar dan tebing di kiri kanan, ditambah dengan gemericik air dan juga pepohonan rindang. Alhamdulillah πŸ™‚

Bagi yang masih penasaran dengan ‘penampakan’ wisata alam Jombang yang satu ini, tenang :mrgreen: Ini ada beberapa foto yang saya pinjam dari akun instagram. Sumber foto ada di gambar.

image
Ini dia tebingnya Cinet, Grand Canyon-nya Jombang

 

image
Adem dan seger kan?

 

image
Tuh, gemericik airnya bikin adem di hati πŸ™‚

Bagi teman-teman yang mungkin sedang di sekitaran Jombang, bisa diagendakan ke sana. Praktisnya sih memang naik motor, kalau naik angkutan susah, belum lagi masuk ke desanya.

Ok, mungkin itu saja. Terimakasih sudah menyempatkan membaca. Hehe. Selamat liburan πŸ™‚

Iklan

20 thoughts on “Ketika Ayah Ibu Bertamasya ke Cinet

  1. Gara Januari 3, 2016 / 8:45 am

    Wah, bapak dan ibumu explorer sejati nih Mas :hehe. Nggak nurun nih ke anak-anaknya? :)).
    Bagus formasi batunyaa… pantas sudah masuk tivi dan terkenal. Rasa-rasanya seperti ke tebing mana gitu di luar negeri sana, airnya juga warnanya hijau-hijau turkois mistis begitu. Mudah-mudahan akses ke sana cepat bagus dan semoga juga alam sekitar tetap lestari ya Mas :amin.
    Selamat liburan juga!

    • Ismail Hasan Januari 3, 2016 / 10:21 am

      Hahaha,. iya, edisi jalan berdua ini.. πŸ˜€

      Iya, bagus kalau debit air normal, airnya jernih. Cuma pas habis hujan atau volume air lagi besar, biasanya keruh kecampur sama tanah.

      Iya, Aamiin Mas. Semoga bisa dikelola dengan baik ke depan. πŸ™‚

  2. Isnaini Januari 3, 2016 / 9:41 am

    belum ada fasilitas raftingnya ya Mas?

    • Ismail Hasan Januari 3, 2016 / 10:24 am

      Setahu saya belum ada pengembangan sih, kan baru-baru juga ramenya. Bagus ya rafting kalau memang memungkinkan tempatnya.

      • Isnaini Januari 3, 2016 / 12:55 pm

        ehehehe…iya sih. Cuman tadi kepikiran rafting aja pas liat foto2nya..hehe

  3. yogisaputro Januari 3, 2016 / 9:57 am

    Masih banyak permata tersembunyi yang berada di Indonesia ya mas πŸ™‚

    Kebayang deh serunya naik motor sambil becek-becek, terus akhirnya nemu Cinet.

    • Ismail Hasan Januari 3, 2016 / 10:27 am

      Hehe,. iya. Asal tetap dijaga dan dirawat πŸ™‚

      Iya, malah yang seru itu perjalanan ke sana. Sampai ada yang jalan sambil nenteng sendal. Haha

  4. adhyasahib Januari 3, 2016 / 10:30 am

    bagus banget tempatnya,tapi klo kita bukan orng asli sana maka harus sewa mobil ya baru bisa nyampe sana

    • Ismail Hasan Januari 3, 2016 / 10:44 am

      Yang saya tahu, tempatnya jauh ke pelosok dan bukan jalan akses lintas kecamatan. Jadi kalau ke sana ya memang pake kendaraan pribadi. Atau alternatifnya, pakai kendaraan sewa.

  5. Rissaid Januari 3, 2016 / 12:23 pm

    Romantisnya, masih semangat jalan2 berdua. Aaaaa ❀

    Kedung Cinet bagus banget, semoga wisatawan dan penduduk sekitar bkn sekedar menikmati, tp juga menjaga (gada coret2 batu+sampah)

    • Ismail Hasan Januari 3, 2016 / 1:05 pm

      Sesekali jalan berdua kan memang perlu.. Hahaha

      Iya, semoga pengunjung dan masyarakat sadar untuk ikut menjaga biar tetap bersih dan indah.

      • Rissaid Januari 3, 2016 / 1:05 pm

        Iya kak Ismail

  6. Jejak Parmantos Januari 3, 2016 / 1:19 pm

    Wah romantis… berdua jalan2 ke kedung cinta *eh cinet. Bagus tempatnya, airnya jernih…

  7. ira i / ira noor Januari 4, 2016 / 1:56 pm

    Ya ampun Bapak dan Ibu semangat sekali bertamasya ke Cinet. Ternyata tempatnya bagus, gak rugi susah2 datang ke sana.

    • Ismail Hasan Januari 4, 2016 / 9:37 pm

      iya mbak,. malah yang seru perjalanan buat ke lokasinya. Susah tapi malah jadi kenangan indah #eh.

  8. huma sarah Januari 4, 2016 / 4:55 pm

    Aihhh keren tempatnya. Ibu bapaknya juga keren. Romatis…. :). Buk pegangan sma bpak yg kenceng yah… haha (jadi rindu bonceng emak sya 😦 )

    • Ismail Hasan Januari 4, 2016 / 9:39 pm

      Haha,. bener juga. Oiya, ayahku kalau manggil ibuku bukan buk lho, tapi dek. Hahaha πŸ˜€

      • huma sarah Januari 4, 2016 / 11:27 pm

        Oh iya haha… ok ulang. Dek pegangan sma abang yakkk ..:D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s