Maaf, Salah Kirim

Aku melipat sajadah, merapikan lipatan mukena, meletakkannya di salah satu laci rak dekat jendela. Banyak buku-buku tertumpuk rapi di rak ini, buku miliknya. Aku membuka gorden jendela lebih lebar, membiarkan lebih banyak cahaya juga angin pagi memasuki ruangan.

Aku menghirup nafas dalam-dalam, menikmati udara pagi. Lantas melihat-lihat buku di tumpukan, beberapa diantaranya aku juga pernah baca, buku-buku bacaan dulu saat masih kuliah. Aku mengambil satu buku, memutuskan mulai membacanya.

Waktu menunjukkan pukul sepuluh lewat lima belas menit. Handphone-ku berdering, ada pesan WhatsApp masuk. Ternyata dari dia.

“Sudah saya konfirmasi pak, insyaAllah besok sudah tiba.”

Aku mengernyitkan dahi. Mengetik beberapa kata, membalasnya.

“Maaf mas, salah kirim. 🙂 ”

Pesan belum juga dibacanya. Aku mengetik beberapa kata lagi, sekedar agar dia tahu ada pesan masuk. Belum aku kirim, dia sudah online. He is typing. Aku urung mengirim pesan. Menunggu jawaban.

“Ngga kok, sengaja aku salahin. Biar bisa chatt sama kamu 🙂 ”

Aku tertawa. Membalasnya.

“Hahaha.. #pukul bantal ”

“Hahaha ”
“Assalamualaikum, lagi apa?”

Aku tertawa-tawa sendiri. Dia memang orangnya suka tidak terduga, ada-ada saja. Tiba-tiba aku merasa begitu merindukannya, padahal juga baru jam berapa. Haha

Iklan

4 thoughts on “Maaf, Salah Kirim

  1. praditalia Oktober 24, 2015 / 10:36 am

    Manis banget ceritanya… simple tapi cukup membuat sesungging senyuman

  2. febridwicahya November 15, 2015 / 12:25 pm

    Aaaaaah, unyu banget itu wkwkwk 😀 bisa ajaa ya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s