Posyandu Balita

Suara tangis bayi di teras depan meramaikan suasana pagi ini. Ya, para bayi dan balita yang rutin tiap bulan dipantau pertumbuhannya. Ditimbang berat badannya, diukur panjang tubuh (untuk bayi) atau tinggi badannya. Suasana posyandu yang tidak lain adalah teras depan rumah pun semakin ramai, ditambah dengan suara ibu-ibu yang ya begitulah kalau sudah ketemu teman-temannya. Haha πŸ˜€

Biasanya juga datang bidan desa untuk memantau, memberikan penyuluhan kesehatan, terutama tentang kebersihan dan kesehatan rumah juga pemantauan terhadap tumbuh kembang anak. Ada juga memang satu dua balita yang harus dipantau secara intensif, terutama yang berat badannya kurang. Istilahnya, BGM atau bawah garis merah.

Saya ingat sering ibu saya cerita, dulu waktu kecil saya selalu menangis ketika ditimbang. Entah ya, wong cuma ditimbang saja kok nangis, ngga diapa-apain sih sebenarnya. Tapi ya begitulah anak-anak. Sampai akhirnya, karena selalu menangis dan ibu saya selalu cerita ke ayah kalau saya menangis saat ditimbang, ayah jadi ngga ngebolehin saya buat ditimbang. “Udah, ngga usah ditimbang. Ngga ditimbang juga ngga papa”, begitu ayah saya bilang. Ya ibu saya ikut saja akhirnya. Padahal namanya anak kecil nangis kan biasa. Tapi ibu saya juga sih, ngapain coba diceritakan ke ayah kalau saya nangis. Kan beliau juga ngga tau sebenarnya. Hehe :mrgreen:

Meski begitu, sebenarnya ngga khawatir juga karena secara kasat mata saya waktu itu memang tumbuh sehat. Bahkan, track record hasil timbangan saya (sebelum berhenti ditimbang) juga selalu berada di wilayah hijau (artinya sehat dan berat badan ideal, yeey πŸ˜† ).

Salut deh buat ibu-ibu yang rajin bawa anaknya ke posyandu. Kan juga demi kebaikan anaknya biar kondisinya terpantau. Ya kaaan. Semangat buk ya.. πŸ˜€

Memang namanya anak-anak, ada-ada saja tingkahnya. Ada yang baru datang udah nangis, ada yang waktu naik timbangan nangis, ada juga yang ketawa-ketawa. Ada lagi yang semangat banget mau ngambil buah atau makanan lainnya. πŸ˜†
Ya, anak-anak yang selalu istimewa πŸ™‚

*Pagi ketiga di rumah. Dengan buku bersampul biru dan berkas-berkas cahaya mentari dari jendela. Alhamdulillah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s