Bersabar Lebih Baik

Bersabar. Ya, sebuah kata sederhana yang pada kenyataannya begitu berat untuk dilakukan. Bersabar dalam ketaatan, bersabar untuk berusaha menjauhi kemaksiatan, bersabar untuk tetap istiqomah di jalan kebenaran. Berat, sungguh berat karena sebagaimana kita tahu, kondisi iman kita tidak selamanya tegar dan kuat melainkan juga bisa menurun hingga di titik terendah. Namun berusahalah, berusaha yang terbaik yang kita bisa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun telah mengajarkan kepada kita sebuah doa agar ditetapkan iman di dalam dada.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Wahai Robb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

Begitu beratnya kesabaran, sampai Allah pun tidak memberikan balasan kepada mereka yang berusaha sabar dan istiqomah kecuali dengan surga-Nya.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.
[Surat Fushshilat (41) ayat 30]

Maka sungguh berbahagia dan bersyukur, mereka yang diberi Allah taufik dan bimbingan untuk dapat istiqomah meniti jalan-Nya. Berbahagia dan bersyukurlah pula, mereka yang Allah berikan kepada mereka teman hidup yang baik, lingkungan yang baik, juga rekan-rekan seperjalanan yang menemani mereka dalam meniti jalan-jalan kebaikan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman ketika memberikan pengecualian terhadap mereka yang merugi,

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
[Surat Al-‘Ashr (103) ayat 3]

Ya, karena manusia adalah makhluk lemah. Ia sering khilaf, salah juga lupa. Maka ia senantiasa membutuhkan petunjuk dari Allah subhanahu wa ta’ala, kemudian juga bantuan dari saudaranya. Saudara dalam agama yang saling mengingatkan dan tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.

Telah sampai kepada kita juga sebuah kisah penuh makna tentang Hasan al-Bashri rahimahullahu ta’ala dan seorang pedagang kain di Makkah.

Hasan al-Bashri berkata:
“Aku datang kepada seorang pedagang kain di Mekkah untuk membeli baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu akupun meninggalkannya dan aku katakan tidaklah layak beli dari orang semacam itu, lalu akupun beli dari pedagang lain.”

2 tahun setelah itu aku berhaji dan aku bertemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah, Lalu aku tanya kepadanya:
“Bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu?”
“Iya benar”, jawabnya
“Apa yang membuatmu berubah seperti sekarang? Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji dagangan dan bersumpah!”
Ia pun bercerita: “Dulu aku punya istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rizki, ia meremehkannya dan jika aku datang dengan rizki yang banyak ia menganggapnya sedikit.
Lalu Allah mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi dengan seorang wanita. Jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu berkata: ’Wahai suamiku, bertaqwalah kepada Allah, jangan engkau beri makan aku kecuali dengan yang thayyib (halal). Jika engkau datang dengan sedikit rezeki, aku akan menganggapnya banyak, dan jika kau tidak dapat apa-apa aku akan membantumu memintal (kain)’.”

Masya Allah, sungguh teman hidup yang baik adalah kebaikan di atas kebaikan. Maka bersabarlah dan berusahalah untuk tetap sabar dan istiqomah karena sungguh mereka yang bersabar akan memetik buah manis seperti halnya mereka yang berpuasa, yakni ketika mereka berbuka dan ketika mereka berjumpa dengan Rabb-nya.

Note:
Alhamdulillah, ada aplikasi web berupa pencarian ayat al-Quran yang mudah dari IPB yang bernama Lafzi. Di aplikasi ini, kita bisa mencari ayat dengan keyword sebagian bacaan al-Quran yang ditulis dalam huruf latin, jadi sangat memudahkan. Ayat tersebut juga bisa langsung disalin, jadi sangat bermanfaat bagi teman-teman blogger ketika akan menukil ayat al-Quran. Aplikasi Lafzi dapat dilihat di sini.

Kisah Hasan al-Bashri dan pedagang kain saya ambil dari web sms tauhid di sini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s