Pulang ke Rumah

sejenak memang kita butuh istirahat
kita butuh pulang
kita butuh rumah
kita butuh untuk sekedar berbicara,
mendengarkan atau juga tertawa bersama
beruntung pula bila kemudian ada cerita juga kisah yang bisa jadi membuka pikiran kita
melihat dunia dari kacamata yang berbeda
juga pesan yang tersampaikan secara sederhana
alhamdulillah 🙂

Ya, rumah. Sebuah tempat yang selalu terasa istimewa. Tempat yang kembali mengingatkan akan langkah-langkah yang mulai tak beraturan. Tentang tujuan awal yang mungkin kadang terlupakan.

Pulang selalu menjadi saat yang istimewa bagi saya. Menyadari bahwa saya dirindukan oleh keluarga (yang jauh di sana), ayah, ibu juga adik-adik. Beberapa hari sebelum saya pulang pun biasanya ibu saya cerita kalau pas lagi telfon, kalau adik saya yang kecil-kecil tiap hari nanyain terus kapan saya pulang. Iya sih, terakhir saya pulang sebelum Idul Fitri ini sekitar lima bulan yang lalu. Agak lama karena dua bulan yang lalu Ayah saya sempat berkunjung ke Makassar. Ya, sebagai orang tua, beliau ingin tahu bagaimana tempat tinggal anaknya di sana, tempat kerjanya juga kegiatan hariannya. Nah, pas pulang kemarin, berarti lima bulan sejak saya ketemu mereka, adik-adik saya sudah pada gede semua. Haha 😀 Kayaknya pertumbuhannya cepat banget 😆

Sempat kepikiran juga, bahwa iya, salah satu anugerah yang mungkin jarang kita sadari dan syukuri adalah tentang keluarga kita sendiri. Tempat dimana Allah meletakkan kita untuk tumbuh dan berkembang, melalui masa-masa kecil yang menyenangkan juga belajar untuk mengenal dunia dan kehidupan. Kita terkadang lupa untuk bersyukur bahwa kita diberikan oleh Allah kepada orangtua yang penyayang, yang begitu merindukan kehadiran kita dan begitu bahagia karenanya.

Mari kita bersyukur atas anugerah berupa keluarga yang Allah berikan kepada kita. Keluarga yang menjalankan peran utamanya. Ibu yang penyayang, Ayah yang bertanggung jawab memimpin keluarga, juga anggota keluarga lainnya yang kita punya. Bersyukurlah karena Allah menitipkan kita pada sosok penuh cinta seperti mereka. Alhamdulillah 🙂

Iklan

6 thoughts on “Pulang ke Rumah

  1. Gara Juli 21, 2015 / 9:07 pm

    Iya Mas. Di rumah kita bisa me-reset semuanya. Mengembalikan diri ini pada kemurniannya yang paling mendasar, melepaskan diri dari kabut-kabut yang mengaburkan jalan kita mencapai tujuan :hehe. Terima kasih ya Mas, saya jadi pasti lagi tentang apa yang mesti saya lakukan sekarang. Selamat hari raya Idul Fitri Mas, mohon maaf lahir dan batin :)).

    • Ismail Hasan Juli 21, 2015 / 9:14 pm

      iya Mas,. selamat idul fitri juga.. 🙂
      selamat berkumpul bersama,
      selamat menikmati momen-momen mencharge semangat untuk kembali bekerja.

  2. Rissaid Juli 24, 2015 / 2:45 pm

    Selamat berkumpul bersama keluarga kak Ismail. 🙂

    • Ismail Hasan Juli 24, 2015 / 5:29 pm

      hehe
      iya,. terimakasih..

  3. reza aprilda Agustus 13, 2015 / 12:12 pm

    Merantaulah, agar kau tau kenapa kau harus pulang agar kau tau siapa yang kau rindu,,,Quote perantau 🙂

    • Ismail Hasan Agustus 14, 2015 / 8:01 pm

      yap,. benar sekali.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s