Memaafkan Diri Sendiri

Ada sebuah jiwa, yang aku begitu mengetahui seluk beluknya. Yang aku begitu mengenali akan aib dan keburukannya. Yang begitu kubenci akan dosa dan maksiat yang dilakukannya. Namun aku pula yang begitu mencintainya. Aku pula yang selalu berharap akan melalui hari-hari yang indah bersamanya, hari yang lebih baik dari sebelumnya. Aku pula yang selalu menginginkan agar bisa  memperbaiki hal-hal buruk yang dilakukannya. Dan aku pula yang selalu memimpikan akan bersamanya hingga ke jannah-Nya. Ya, ia adalah jiwaku sendiri. Diri yang lemah ini.

Meminjam ungkapan Tere Liye, seburuk apapun keadaannya, ingat bahwa seorang pelaut tidak akan merusak kapalnya sendiri. Ya, ia tidak akan merusak apalagi menenggelamkan kapalnya sendiri. Perjalanan harus dilanjutkan. Bila ada bagian yang rusak, maka harus segera diperbaiki. Rusak lagi, diperbaiki lagi dan seterusnya.

Allah tidak menginginkan kita menjadi manusia yang sempurna karena memang kita tidak akan bisa. Allah tahu kita lemah dan senantiasa bersalah. Itulah mengapa Ia senantiasa membentangkan rahmat-Nya untuk hamba-Nya yang bertaubat kepada-Nya. Dialah Allah yang gembira luar biasa kala hamba-Nya kembali kepada-Nya.

Maka takutlah kita pada bisikan putus asa yang kadang menghinggapi jiwa kita. Takutlah kita pada bisikan yang penuh prasangka buruk kepada Rabb kita Yang Maha Pemurah. Takutlah kita pada jiwa yang enggan untuk kembali kepada-Nya. Bergegaslah wahai jiwa. Melangkahlah menuju-Nya, maka Ia yang akan berlari Menyambut kita dengan dekapan mesra, dengan penuh cinta yang bahkan lebih besar dari cinta ibu kepada anaknya.

Dan berdoalah, seperti doa yang diajarkan Nabi shallallahu alaihi wasallam kepada sahabatnya Muadz bin Jabal radliallahu anhu.
اَللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
“Ya Allah, Bantulah aku untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu.”
(H.R. Ahmad, Abu Dawud dan an-Nasa’i.)
ِ

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s