Kalimat Bisik Berantai

Saya menulis ini karena didasari banyaknya teman-teman yang searching google tentang kalimat bisik berantai yang kemudian nyasar ke blog saya ini. Memang ada tulisan saya yang judulnya bisik berantai, namun yang saya bahas di situ adalah tentang bagaimana kita menyikapi kabar burung, desas-desus, huru-hara. Hehe. Ya, begitulah tentang kabar yang belum jelas kebenarannya. Tulisan tersebut dapat dibaca di sini.

Nah kali ini, saya akan membahas tentang kalimat bisik berantai. Semoga nantinya yang nyasar ke blog saya ini tidak kecewa. Hehe πŸ˜€ Pada dasarnya permainan bisik berantai menggunakan kalimat yang kata-katanya memiliki persamaan bunyi atau pelafalan, kemudian juga memiliki struktur yang agak rumit sehingga butuh konsentrasi untuk mengingatnya. Misalnya seperti ini.

salman naik delman ke rumah rahman di jalan ketemu imran kasih makan ayam.

Nah, kalau begitu nanti bisa jadi di orang terakhir sudah kebolak-balik namanya, atau ada nama yang hilang dan perubahan lainnya. :mrgreen:

Atau juga misalnya kalimat seperti ini.

bila mendamba muslimah shalihah, baik akhlaknya, santun bicaranya, pun pemalu pula, sebaiknya ngaca.

Haha,. arahnya ke situ juga πŸ˜† Intinya struktur kalimat harus dibuat sedemikian rupa agar membutuhkan konsentrasi lebih saat menyimak dan mengingatnya. Tentu juga kalimat ini disesuaikan dengan kemampuan peserta, misalnya mahasiswa harus dibedakan dengan adik-adik yang masih SD. Kalau anak SD dikasih kalimat panjang dengan pola dan struktur yang susah, bisa-bisa pingsan mereka. πŸ˜€

Bisa juga dihubungkan dengan istilah-istilah dalam mata pelajaran tertentu. Yang seperti ini biasanya lebih menyenangkan, juga bisa menyisipkan materi pembelajaran dalam permainan.

Contoh:

Aurelia aurita tidak suka makan Musa paradisiaca, apalagi Zea mays dicampur Oryza sativa.

Ke Rengasdengklok mereka dibawa, lalu ke rumah Laksamana Maeda, jam 10 besoknya teks dibaca.

Sejajar tak pernah bertemu, berpotongan hanya bertemu sekali waktu, berimpit bagai dua jiwa yang menyatu.

Ok, mungkin itu saja. Teman-teman bisa membuat sendiri contoh yang lain. Thanks for reading. πŸ™‚

Iklan

5 thoughts on “Kalimat Bisik Berantai

  1. Gara Juni 9, 2015 / 10:52 pm

    Cara yang seru untuk belajar, Mas! Bisa mengerti mengenai makna komunikasi juga, bahwa semakin panjang barisan yang ditransmisikan pesan, peluang kesalahpahaman itu juga akan makin besar *yang dipelajari pas diklat prajab sih ini :hehe*. Buat permainan sewaktu kegiatan bareng teman kantor juga seru :)).

    • Ismail Hasan Juni 10, 2015 / 9:52 am

      iya,. kadang pembelajaran dengan permainan begini juga perlu mas..
      diklat prajab? mas gara di instansi pemerintah juga kah?

      • Gara Juni 10, 2015 / 5:28 pm

        Iya, kebetulan saya tersasar di Lapangan Banteng :hihi.

      • Ismail Hasan Juni 10, 2015 / 9:54 pm

        oo,. di kementerian ternyata.. hehe

      • Gara Juni 11, 2015 / 11:01 pm

        Yep :haha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s