Subuh yang Terlewat

Perlahan kubuka mata, terasa berat sekali rasanya kelopak mata ini untuk terbuka. Aku beberapa kali berkedip pelan, lalu menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Ya Allah, lewat lagi subuh pagi ini. Aku mengusap dahi, lalu kepala hingga ke leher bagian belakang.

Teringat olehku alarm hp yang sempat berdering beberapa waktu sebelum subuh tadi. Aku hanya sempat menyipitkan mata, menunggunya berhenti sebelum kemudian tidur lagi. Alarm pun berbunyi lagi lima menit kemudian, aku terpaksa bangun. Malas-malas mengambil hp yang tergeletak agak jauh, lantas mematikan alarmnya. Ya, kemudian kembali merebahkan diri.

Ya Allah, sudah beberapa hari ini subuhku terlewat. Bahkan adzan dari masjid sepelemparan batu dari sini pun tidak terdengar. Aku kembali menghela nafas panjang. Teringat kemudian sebuah perkataan.

“Ketika kita terhalang untuk melakukan kebaikan, mari kita periksa diri kita. Barangkali ada dosa dan maksiat yang telah kita lakukan, dan kita belum bertaubat atasnya. Ketahuilah bahwa kaidah umum, bahwa seseorang tidak akan mendapat balasan melainkan sesuai apa yang ia lakukan. Maka sebuah maksiat yang dilakukan seseorang, bila ia tidak segera bertaubat, maka maksiat tersebut akan mengundang maksiat-maksiat yang lain. Menghalanginya dari ibadah, menghalanginya dari kebaikan-kebaikan. Hatinya berat kala akan beramal shalih dan ia akan cenderung kepada keburukan. Wal ‘iyadzu billah. Sebaliknya, kebaikan sekecil apapun yang kita lakukan, maka ia akan mengantarkan kita kepada kebaikan-kebaikan yang lain. Akan ringan langkah kita, hati kita untuk beramal shalih setelahnya. Akan dimudahkan bagi kita oleh Allah untuk senantiasa menaati-Nya, InsyaAllah.

Ya, sungguh sholat subuh berjamaah adalah ibadah agung yang begitu besar keutamaannya. Tidaklah orang yang mendatanginya kecuali mereka yang telah Allah tetapkan kebaikan atasnya. Ya, karena dosalah aku terhalang untuk hadir bersama mereka. Astaghfirullah al-adziim. Laa ilaaha illa anta, subhanaka inni kuntu minaddzaalimiin.

Iklan

4 thoughts on “Subuh yang Terlewat

  1. shiq4 Juni 5, 2015 / 10:36 pm

    Mungkin harus tidur lebih awal, klo susah tidur bisa membeli obat tidur di apotek terdekat

    • Ismail Hasan Juni 6, 2015 / 2:37 pm

      iya, termasuk itu solusinya..
      tidur di awal waktu..

  2. alrisblog Juni 6, 2015 / 5:03 pm

    Subuh itu waktu yang sulit bagi yang tidak terbiasa untuk sholat wajib, termasuk saya. Saya ada dua alarm yaitu jam weker dan alarm hp untuk membangunkan subuh. Tapi alarm berbunyi saya matiin lalu kebanyakan saya tidur lagi. Memang sulit ya kalo gak biasa.

    • Ismail Hasan Juni 7, 2015 / 6:06 am

      iya mas,. memang harus punya tekad yang kuat biar bisa biasa. Bukan hanya biasa bahkan, lebih tepatnya istiqamah. Bahkan mereka yang sudah biasa bangun subuh pun terkadang terhalang beberapa hari dari subuh berjamaah karena dosa yang dilakukan. Semoga kita termasuk orang-orang yang menjaga waktu subuh 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s