Langit Kelabu

cahaya mentari menghambur masuk
menyergap semua yang ada
menghangatkan apa yang ditimpanya
yang bagiku justru seperti ribuan kilat yang menusuk mata
membangkitkan rasa sakit yang ada sejak lama

pagi yang cerah
namun bagiku kelabu, bahkan gulita
tak beda dengan malam panjang yang melelahkan
malam yang gelap, senyap dan menakutkan

langit yang cerah
namun bagiku kelabu, bahkan gulita
entah, mungkin aku sudah tenggelam dalam lumpur pekat yang hitam
kuharap tidak demikian

kuharap aku tetap bisa melangkah
menemukan sungai jernih yang mengalir deras
betapa segarnya
akan hilang nafas-nafas berat
juga dada-dada sesak

kuharap aku punya kesempatan

ah, kesempatan
bukankah ia selalu datang?
jiwaku saja yang menolak untuk bergegas
merasa nyaman berkubang di lumpur hitam
bahkan dengan helaan panjang dan nafas yang tertahan

aku mohon doakan aku
karena aku tak mungkin melangkah di taman yang indah
dengan tubuh penuh lumpur hitam yang belum aku seka
tak mungkin aku masuk istana
sementara pakaianku lusuh dan penuh noda
pun tak mungkin aku mendatangimu
sementara untuk menampakkan diri pun aku tak kuasa

ya, aku mohon doakan aku
doakan aku sebagai saudaramu
saudaramu yang tengah terluka
yang juga begitu ingin menatap hangatnya mentari yang cerah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s