Bahagia dengan Memaafkan

Bismillah,.
Siapa diantara kita yang tidak ingin bahagia? Tentu kita semua ingin bahagia. Bahkan kita terkadang menghabiskan begitu banyak waktu, tenaga, pikiran juga biaya untuk mengejar kebahagiaan. Liburan ke mana lah, jalan-jalan, naik gunung. Semua kita lakukan demi kebahagiaan yang kita idamkan.

Bahagia itu sederhana. Ya, sederhana. Salah satu hal yang dapat kita lakukan agar kita bahagia dalam interaksi dengan orang-orang sekitar adalah memaafkan. Bagaimanapun dalam interaksi sehari-hari, pasti ada hal-hal yang kurang berkenan, entah itu omongan atau juga tindakan. Namun demikian, mari kita maafkan mereka. Mari berusaha memahami situasinya dari sudut pandang yang berbeda. Mari kita datangkan udzur bagi saudara kita. Bahwa pasti ada alasan mengapa mereka melakukan itu. Alasan yang bahkan kita tidak pernah tahu. Ingat bahwa kita tidak pernah benar-benar tahu keadaan seseorang, maka mari kita isi ketidaktahuan itu dengan prasangka baik, dengan husnudzon.

“apabila sampai kepadamu dari saudaramu sesuatu yang kamu ingkari, maka berilah ia sebuah udzur sampai dengan 70 udzur. bila kamu tidak mendapatkan udzur, maka katakanlah, “barangkali ia mempunyai udzur yang tidak aku ketahui.”
HR. Baihaqi

Pun kita tahu, bahwa kebencian, perasaan jengkel, tidak suka dan semacamnya adalah beban bagi hati kita. Maka hati kita akan berat ketika membawanya, gelisah dan tidak bisa tenang. Satu-satunya cara yang bisa ditempuh adalah dengan melepaskan beban-beban tersebut, dengan memaafkan. Ingat, bahwa semuanya sudah ditakdirkan oleh Allah dan inilah yang terbaik bagi kita. Lepaskanlah, semoga kita bahagia.

sungguh, kita memilih untuk memaafkan bukan karena mereka butuh dimaafkan,. tapi karena kita butuh kedamaian, dan ketenangan hati.

People change, people go, people grow. Tugas kita bukan sebagai ahli hisab, yang terus menilai orang lain. Bukan. Manusia bisa berubah, hati kita bisa dibolak-balik oleh Allah sekehendak-Nya. Kita tidak punya kuasa sedikitpun atas hidup orang lain, tapi Allah-lah yang berkuasa. Tetaplah berbaik sangka dan mengharapkan yang terbaik untuk mereka.

Mari kita ingat kisah Nabi Yusuf alaihissalam, yang dibuang saudara-saudaranya ke dalam sumur karena kedengkian mereka kepada beliau. Nabi Yusuf alaihissalam yang masih kecil dan dipisahkan dari keluarganya, dari Ayah yang sangat beliau cintai dan mencintai beliau. Hingga kemudian beliau mengalami perjalanan hidup yang sungguh tidak mudah. Diuji oleh Allah dengan cobaan demi cobaan. Dijual sebagai budak, kemudian dibeli oleh istri pembesar negri mesir, difitnah dan dipenjara selama bertahun-tahun. Namun ketika Nabi Yusuf alaihissalam sudah menjadi menteri di negeri mesir, ketika bertemu dengan saudara-saudaranya, apa yang beliau katakan,

“Pada hari ini tidak ada celaan bagi kalian, semoga Allah mengampuni kalian. Dan Dia Maha Penyayang diantara para penyayang.”
Q.S. Yusuf : 92

Maafkanlah, dan semoga kita bahagia.
Silahkan dibuka via youtube, nasehat singkat Ustadz Firanda Andirja hafidzahullah berjudul Kelezatan Memaafkan
Barakallahu fiikum. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s