Pajak : Sekarang Anda Tahu

Bulan maret ini menjadi bulan yang penuh dengan kesibukan di kantor saya, kantor pelayanan pajak. Di bulan inilah Wajib Pajak orang pribadi ramai menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan (SPT Tahunan PPh) mereka. Ternyata tak jarang yang beranggapan bahwa menyampaikan SPT ini hanya di bulan maret, padahal Wajib Pajak sudah bisa menyampaikan mulai dari awal tahun hingga batas akhir di 31 maret.

Ada beberapa kisah menarik yang saya alami ketika menjadi petugas penerima SPT yang langsung berhadapan dengan Wajib Pajak. Banyak dari mereka yang belum tahu tentang pajak, dan juga sistem pelayanan di kantor pajak. Tentu ini kembali menjadi tugas kami untuk lebih menggiatkan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan.

Beberapa hari yang lalu, ada bapak2 yang sudah agak berumur dengan rambut panjang yang diikat di belakang.
“Silahkan duduk pak.”, sapaku.
“Iya, terimakasih mas.”, jawabnya sambil menyodorkan berkas SPT-nya.
“Tabe’ pak di'”
Saya lihat-lihat SPT itu sambil menginput di aplikasi untuk memberikan tanda terima.
“Itu penghasilan dari sanggar mas.”, tiba2 bapaknya bilang.
“iya pak.”, jawabku sambil tersenyum.
Setelah selesai mencetak tanda terima, segera saya berikan ke bapaknya.
“Tabe’ pak, terimakasih”
Bapak itu menerima, kemudian dengan ragu-ragu pergi.

Tak lama berselang, bapak itu balik lagi, bertanya, mungkin untuk memastikan.
“Sudah selesai mas ya?.
“Iya pak, sudah. Kan sudah saya terima SPT-nya tadi.”, jawabku.
“Ngga pake bayar mas?”
“Tidak pak.”
“Oo,. terimakasih mas ya.”
“Iya pak, sama-sama.”
Kali ini, langkah bapaknya kelihatan beda. Saya melihat ada raut puas dan langkah penuh kepastian di sana,. hehe ๐Ÿ˜€

Memang ya,. apalagi untuk masyarakat awam. Mungkin anggapan mereka ketika ke kantor pajak akan ‘dipajakin’, disuruh bayar. Padahal kan semua ada takarannya. Kalau memang belum ada kewajiban untuk membayar pajak, ya ngga membayar.

Kemarin ceritanya beda lagi. Ada bapak2 yang melaporkan SPT-nya. Kelihatannya, bapaknya masih keturunan Tionghoa. Waktu itu, kebetulan ada beberapa lampiran yang belum diisi. Maka, saya persilahkan beliau mengisi dulu sampai selesai. Setelah selesai dan sudah menerima tanda terima, bapaknya bilang,
“Sudah mas ya,. terimakasih”
“Iya pak, terimakasih”, jawabku.
Mungkin karena melihat antrian sedang kosong,. beliau masih sempat berbincang-bincang.
“Berarti saya melaporkan lagi tahun depan mas ya?”
“Iya pak, SPT Tahunan tahun depan saja. Kan bapak tidak perlu lapor bulanannya. Tiap bulan ngga lapor kan pak?”
“Iya mas, saya langsung bayar ke kantor pos, terus pulang.”
“Iya pak, itu sudah dianggap melaporkan.”
Ket: Bapak ini termasuk wajib pajak kategori PP 46 tahun 2013.

Kembali bapaknya cerita,
“Iya mas, saya itu juga sering lo ngasih tau ke teman2, ya sama2 kayak saya begini biar melaporkan laporan tahunannya. Kan di sini juga cepat, kalo ngga bisa ngisinya, bisa dibantu di sini juga.”
“Iya pak,. betul itu. Cukup datang saja, nanti formulir bisa diambil di sini. Pengisiannya juga bisa dibantu, kan ada helpdesk-nya. Yang penting bapaknya sendiri yang datang, karena yang tahu kondisi usaha ya yang bersangkutan.”
“Iya,.”

Senang rasanya ketika pelayanan kita mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Apalagi melihat bapaknya yang patuh memenuhi kewajiban perpajakannya, bahkan mengajak orang lain untuk patuh juga seperti beliau. Itu sesuatu sekali ๐Ÿ˜€

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s