Keramahan Masyarakat Manado

Sejenak kerinduan itu muncul,. disusul kemudian dengan rangkaian kenangan demi kenangan. Ya,. Manado, meski tak sampai setahun tinggal di sana, namun rentetan peristiwa yang dialami bersama rekan-rekan seperjuangan juga interaksi dengan masyarakat lokal memiliki ruang tersendiri dalam memori yang tak mungkin terlupakan,. Hehe,. agak lebay ya bahasanya.. :mrgreen:

Namun begitulah kenyataannya,. Saya ingat sekali waktu itu ketika berangkat dari Jawa ke sana, tak ada gambaran apapun tentang Manado itu seperti apa,. Berbekal prasangka baik dan doa orang tua, maka berangkatlah saya waktu itu ke sana,. janjian dengan 2 teman asal Jombang lainnya (yang kemudian saya tahu salah seorang dari mereka ternyata asli lamongan). Hingga di bandara Juanda Surabaya saya masih sendiri, baru kemudian bertemu mereka berdua ketika tiba di bandara Sam Ratulangi Manado,. Berawal dari pertemuan itulah, kisah kami selama hampir satu tahun berlanjut dengan peristiwa demi peristiwa.

Awal-awal kami berada di sana, saya sungguh bersyukur karena masyarakat muslim di sana begitu menyambut kami seperti layaknya seorang tamu. Mungkin benar juga, bahwa kami kaum muslim di sana adalah minoritas sehingga rasa persaudaraan terasa begitu kuat,. Kami para mahasiswa pun ikut partisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat muslim di sana. Mulai dari pengajian di masing-masing blok,. kemudian ada juga pengajian besar satu perumahan.

Oiya,. sebelumnya perlu saya sampaikan juga bahwa tempat tinggal kami di sana bukanlah di lingkungan perkotaan, namun di sebuah kecamatan yang terletak di pinggiran kota Manado. Perumahan yang saya dan teman-teman tempati ini adalah perumahan yang arealnya luas,. penduduknya juga banyak dan letaknya dekat dengan tempat kami belajar, yakni Balai Diklat Keuangan Manado. Oleh karena lokasinya yang jauh dari kota, jalanan juga tidak terlalu ramai, udaranya lumayan sejuk, dan di sekeliling perumahan banyak kebun-kebun kelapa. Bahkan BDK Manado sendiri dikelilingi oleh luasnya kebun kelapa.

Kembali ke cerita tentang masyarakat di sana,. Saya awali dari tempat kos saya. Saya tinggal dengan teman-teman satu kos yang jumlahnya 13 orang,. Kebetulan memang rumah yang dijadikan tempat kos ini tidak jadi satu dengan pemiliknya. Bapak dan Ibu kos saya ini orangnya baik dan tak pernah perhitungan. Saya ingat sekali ketika musim rambutan, kami dipersilahkan untuk mengambil sesukanya. Jadi, ya tiap hari pasti selalu mengambil berkilo kilo rambutan untuk dimakan bersama. Saya tahu betul karena saya salah satu tukang panjatnya,. Hahaha πŸ˜€
Tiap hari begitu,.dan ngga pernah bosan karena ya cuma itu yang bisa dimakan,. haha πŸ˜†
Selain rambutan, di kebun belakang juga ada ketela pohon. Cukup dikukus saja sudah enak, apalagi kalau lagi hujan di luar.

Saya menduga,. bapak kos saya juga masyarakat di sana faham betul kondisi kami para mahasiswa yang jauh dari rumah,. πŸ™‚
Kadang ada juga tetangga yang datang kasih makanan,. biasanya kalo habis ada acara,. Pernah juga waktu lagi jalan,. tiba-tiba dipanggil orang, disuruh makan,. :mrgreen: Berasa seperti tamu banget deh di sana. πŸ™‚

Ada juga hal lain,. karena lokasinya yang jauh dari kota, harga kebutuhan2 juga tidak terlalu mahal. Di perumahan itu ada juga pasar,. saya dulu termasuk yang sering ke pasar karena sempat masak sendiri juga di kosan,. beberapa teman yang lain juga begitu. Kalo saya, setelah nyari sayur, pasti tujuannya ikan. Saya suka ikan laut, entah cakalang, tuna atau ikan-ikan lain yang saya ngga tahu namanya.Β  Ikan di sana itu termasuk murah, ngga pake timbangan pula. Cuma berupa gundukan atau tumpukan ikan begitu, ada yang 10 ribu, ada yang 20 ribu, macam-macam. Kemudian, juga tergantung faktor musim, kalo lagi banyak tangkapan ikan jenis A, ya harganya jadi murah. Saya biasa beli 20 ribu, sudah bisa buat seminggu.

Selain ikan, kadang teman-teman di kos juga sering beli buah. Selain rambutan ya,.. Hehe πŸ™‚
Biasanya pisang, atau sering juga pepaya. Ada juga teman kos yang seneng banget buat Nutrijel, biasanya dia buatnya pagi, terus dimasukin ke kulkas, baru siangnya kalau pulang kuliah biasa dimakan bareng sambil nonton tivi.

Oiya,. kami bersama masyarakat di sana juga mudah dalam jaringan komunikasi karena hanya ada satu masjid besar di perumahan itu,. Di situlah tempat biasa berkumpul, kalau mau ada acara apa-apa,. di situ juga diinfokannya.

Salah satu hal spesial yang juga kami alami di sana adalah ketika bulan Ramadhan,. Masjid semakin ramai, kegiatan keagamaan juga bertambah. Saya ingat betul bagaimana masyarakat di sana begitu baik kepada kami,. seakan kami ini saudara yang datang dari jauh,. (dan memang begitu kan?). Bertempat di masjid,. ada ta’jil atau makanan berbuka puasa saat maghrib. Sesaat menjelang maghrib,. sudah banyak yang berdatangan langsung duduk rapi sambil menunggu maghrib tiba. Siapakah mereka yang berdatangan ini?,. ya siapa lagi,. sebagian kecil masyarakat sekitar dan sebagian besar dari kami mahasiswa. Pun ketika tadarus al-qurΒ΄an. Pemandangan pun seperti pesantren kilat,. memang secara persentase, kami mahasiswa cukup banyak memberi jumlah pada jamaah masjid di sana,. saya pikir, ketika kami pulang ke tanah asal waktu itu, masjid Al Muhajirin juga kehilangan banyak jamaahnya. Ta’jil, tadarus, bahkan sampai sahur pun juga disediakan oleh mereka,. peruntukannya, bagi mereka yang ngga ikut katering, atau sedang tidak memasak di rumah. Beberapa kali saya juga datang dan ikut makan sahur bersama.

Usai ramadhan, idul fitri pun tiba. Banyak juga mahasiswa yang ngga pulang kampung, mungkin hampir separuhnya,. Ikut berbaur dengan kegiatan di sana,. Namanya juga hari raya,. banyak sekali orang yang mengundang ke rumahnya untuk makan,. bahkan mereka yang sebelumnya belum saling kenal.
“Mas, ikut ke rumah mas, mampir. Ajak juga temen2 yang lain.”, begitu biasanya ajakan mereka.

Jujur,. saya rindu dengan keramahan mereka. Ketika bertemu di jalan, ketika berkumpul dalam suatu acara,. Saya benar-benar rindu dengan masyarakat Perumnas Paniki Dua,.
ukhibbukum fillah,.
jazakumullahu khaira,. πŸ™‚

Iklan

2 thoughts on “Keramahan Masyarakat Manado

  1. iksan haris Februari 5, 2015 / 9:08 pm

    kak, saya tetangga kost kakak kemarin di maccini pas bimbel STAN di makassar bulan mei-juni 2014, alhamdulillah saya kemarin lulus dan di tempatkan di BDK Manado, doakan lancar kuliah nya disini kak πŸ™‚

    • Ismail Hasan Februari 13, 2015 / 1:50 pm

      iya,. iksan,.
      semangat kuliahnya ya,.. πŸ™‚
      spesialisasi pajak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s