Berhenti Sejenak

“Assalamualaikum,.”, saya mengangkat telfon.
“Wa alaikum salam,. gimana mas, besok tak jemput habis shubuh berarti?”
“Ngga usah yah,. berangkat jam 5 aja, saya paling jam setengah 6 lebih baru sampai, nanti biar nunggunya ngga kelamaan,.”
“Oo,. iya, trus tak tunggu di stasiun?”
“Di mesjid aja gapapa yah,.”
“Mm,. iya, biar aku sekalian duduk2 di sana,. ngga ada tempat juga kayaknya kalau di stasiun,.”
“Iya yah,.”
“Ok,. gitu aja yaa, hati2 di perjalanan,.”
“Iya,. ”
“Assalamualaikum,.”
“Wa alaikum salam,.”

Sebuah percakapan singkat karena sebelumnya saya hanya mengirim sms pada beliau di rumah,.
Hari ini saya berada di atas kereta menuju Jombang, berangkat dari Jakarta jam 19:15 tadi. Perjalanan lebih dari 10 jam untuk sampai Jombang.

Perjalanan 10 jam lebih, yang bahkan sudah sejak jam 3 sore saya di stasiun Gambir. Beli tiket, kemudian menyempatkan jalan2 sebentar ke taman Monas. Membuka diri juga melihat kehidupan nyata di luar, setelah mungkin terlalu lama saya hidup dalam alam pikiran saya sendiri.

Melakukan perjalanan ini, sendiri di tengah sekian banyak orang yang entah kemana tujuan mereka, apa alasan mereka pergi ataupun pulang, kembali mengingatkan saya akan hal-hal penting dalam hidup ini,. hal-hal yang memang perlu saya lakukan dalam hidup ini,. 10 jam lebih perjalanan tidak ada apa-apanya bila kemudian saya ingat kebahagiaan orangtua saya ketika saya pulang,. keceriaan adik2 saya ketika minta beli es krim,. 🙂

Berhenti sejenak,. ya, kadang perlu bagi kita untuk berhenti sejenak karena mungkin sudah terlalu jauh kaki ini melangkah,. berhenti untuk kembali memperhatikan, sudah kemana saja langkah kaki kita, melihat apakah masih berada di jalur-Nya? melihat, apa yang telah kita lakukan benar-benar perlu, benar-benar penting,.
Kita memang perlu berhenti sejenak,. mengecek tujuan, masihkah tetap kesana?

Mungkin memang kita manusia, tempatnya salah juga lupa,.
Seringkali menghabiskan waktu, tenaga juga sumberdaya yang lain untuk kesenangan, kepuasan yang sementara,. masih untung bila itu tidak melanggar aturan-Nya, terkadang bahkan kita tidak peduli dengan aturan-Nya, rambu-rambu-Nya,. demi kesenangan, yang bahkan kita tahu yang kita dapatkan kemudian hanyalah kegelisahan dan penyesalan,..

Memang kita manusia, yang jarang untuk selalu bisa berjalan lurus,. karena itu kita tidak bisa mengandalkan diri kita sendiri,. kita butuh petunjuk, kita butuh bimbingan,..
bersyukurlah mereka yang diberikan Allah keistiqamahan dalam agama,. dan semoga Allah memberikan kemudahan kepada mereka yang berusaha kembali ke jalan yang lurus, dengan berbelok arah, atau justru berbalik arah,.

tanpa sadar, nikmatnya alam karena kuasamu,.
yang takkan habis sampai di akhir waktu, perjalanan ini,.

terimakasihku padaMu Tuhanku
tak mungkin dapat terlukis oleh kata-kata
hanya diriMu yang tahu, besar rasa cintaku pada-Mu

Tuhan anugerahmu, tak pernah berhenti
selalu datang kepadaku
Tuhan semesta alam dan satu janjiku
takkan berpaling dariMu,..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s