Arisan WC, Langkah Menuju 100% MCK Sehat

Kita mungkin masih ingat pepatah lama yang mengatakan bahwa kebersihan adalah pangkal kesehatan. Kebersihan ini pun mencakup semua aspek kehidupan kita. Kebersihan badan, pakaian, tempat tinggal, juga lingkungan sekitar. Kembali kepada judul di atas, bagi teman-teman yang tinggal di perumahan, kompleks dan semacamnya mungkin MCK sehat bukanlah sebuah perhatian, namun sudah menjadi bagian dari kehidupan. Namun bagi warga di kampung saya, sebuah dusun kecil di Kabupaten Jombang. Gerakan MCK sehat atau juga gerakan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat masih menjadi perhatian utama.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah poin ‘K’ dalam MCK itu. Ya, kakus. Karena pada umumnya, sumber air bersih semua warga sudah punya, namun WC tidak semua dari mereka memilikinya. Sehingga masih ada beberapa (sebagian kecil tentunya) yang buang air ke sungai, atau ketika musim kemarau, berpindah ke sawah. Hehe.
Apalagi terkadang juga ada sistem ‘kresek lempar’. Ya, mau bagaimana lagi. Kejadiannya di tengah malam misalnya, atau justru ketika siang. Malu dong kalau misalnya ke sawah terus jongkok begitu. Hihi. Jadi, ya sistem ‘kresek lempar’ menjadi pilihan.

Berawal dari keprihatinan itu, juga didorong oleh dinas kesehatan setempat. Ibu-ibu PKK di kampung saya kemudian berinisiatif untuk mengadakan Arisan WC. Sama seperti arisan biasa, namun nanti tidak diberikan dalam bentuk uang melainkan langsung berupa proyek pembangunan WC. Hehe. Maka dimulailah pendekatan kepada masyarakat khususnya yang belum punya WC ini.

“Bu, kalau misalnya diadakan arisan WC, bayarnya seminggu 10.000, ibu mau ngga? ibu kan belum punya WC”
“Lho,. mau diadain tho bu?,. ya kalau saya malah seneng. Menyisihkan uang 10.000 satu minggu, bisa bangun WC ya bersyukur bu.”
“Oh, yaudah. Nanti saya kabari lagi kapan mulainya”
“Iya bu”

Ya, kurang lebih seperti itulah beberapa survey yang dilakukan ibu-ibu PKK di sana. Tentu saja itu cuma diselipkan pada perbincangan sehari-hari. Sambil juga memberikan pemahaman kepada mereka tentang pentingnya perilaku hidup bersih. Alhamdulillah, masyarakat mendukung rencana program ini. Saya ingat waktu itu ada sekitar 17 warga yang belum memiliki MCK sehat. Rencananya, undian akan dilakukan sebulan sekali, namun pembayaran tetap seminggu sekali. Teman-teman, inilah uniknya arisan. Beban masyarakat untuk membayar 10.000 tiap minggu dengan 40.000 tiap bulan itu dirasakan berbeda. 40.000 itu angka yang besar bagi sebagian warga di sana, belum lagi kalau misalnya berbarengan dengan kebutuhan yang lain. Untuk mengantisipasi hal itu, maka disepakati pembayaran dilakukan tiap minggu.

Jumlah uang yang didapat selama satu bulan adalah 17 x 40.000 yakni 680.000. Apakah cukup untuk pembangunan WC sesuai SNI? Haha. Tentu saja tidak cukup. Terus bagaimana? Akhirnya ditawarkan kepada mereka siapa saja yang ingin ikut arisan, namun tentu saja hasilnya tidak berupa pembangunan WC (kan, mereka sudah punya). Ya, benar. Mereka yang sudah punya WC ini berperan sebagai pendukung finansial. Tetapi, karena fokus utama adalah mewujudkan MCK sehat, jadi mereka yang menjadi pendukung finansial ini baru bisa ikut undian setelah semua peserta inti (17 orang tadi) sudah mendapatkan WC sesuai rencana awal.
“Iya bu, ngga’ apa-apa. Sekalian nabung.”, begitu biasanya komentar mereka.

Akhirnya didapatkan, dalam satu bulan dana sekitar 1.300.000. Apakah cukup? Alhamdulillah cukup. Mungkin teman-teman heran, apalagi yang hidup di kota, uang segitu kok bisa cukup. Ya, itu adalah anggaran minimal. Peruntukannya, beli material bangunan sama ongkos tukang batu yang hanya seorang. Pekerjanya satu doang? Tenang, kan kami hidup di kampung. Tukang batunya memang satu, tapi ada pak RT, juga para peserta arisan yang lain. Intinya saling bantu lah. Ini juga salah satu sedekah populer kalau di kampung, sedekah tenaga. Hehe šŸ™‚
Alhamdulillah, kemaren ibu saya telfon dan mengabarkan sudah ada 8 WC yang selesai dibangun. Itu berarti sudah 8 bulan bergulir arisan ini. šŸ™‚

Oke,. itu saja yang bisa saya ceritakan mengenai arisan ini. Intinya, mengupayakan sebuah kebaikan, mungkin memang terkadang ada kendala namun kadang juga, muncul cara-cara unik yang menjadi solusinya. Bagi teman-teman yang sama-sama dari kampung, mungkin bisa disampaikan kisah ini kepada masyarakat sana, atau kepada kepala kampung di sana, Hehe. Dengan adanya kisah ini, mungkin mereka ingin juga memulai hal yang sama.

Oiya,. Alhamdulillah belum lama ini desa saya terpilih sebagai desa siaga se-kabupaten Jombang dan sekarang sedang mengikuti lomba yang sama di tingkat Provinsi Jawa Timur. šŸ™‚
Baiklah,. terimakasih sudah membaca,.. :mrgreen:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s