Alur Perjalanan Lulusan STAN

Bismillah,.
Hari ini tadi bertemu dengan beberapa anak yang lalu lalang, ada yang dengan ibunya, ada juga dengan ayahnya, beberapa bareng-bareng dengan temannya. Ya, sekitar dua hari ini agak sedikit berbeda, ada tes kesehatan dan kebugaran calon mahasiswa Stan. Meski tidak terlalu mencolok sih, maklum, di kompleks keuangan ini memang banyak kantor, areanya juga luas. Tempat tes kesehatan dan kebugaran ini berada di ujung yang berbeda dengan kantor saya.

Selain itu, ada juga info tentang adik-adik Stan yang akan PKL di kantor. Ya, itu berarti tidak lama lagi mereka akan lulus. 🙂
Sehubungan dengan judul di atas, sepertinya wah sekali, Hehe. Bukan sih, saya cuma ingin bercerita saja, pengalaman dulu setelah lulus dari Stan, pulang kampung,.. Hehe sampai kemudian bisa duduk di meja kerja yang sekarang,. 🙂 Ya, tentu ada perjalanan yang dilalui, cerita ini yang ingin saya bagi, khususnya kepada adik-adik Stan yang akan lulus. Bisa juga bagi teman-teman yang berkeinginan mendaftar atau hanya sekedar tambahan info saja.

Berikut adalah perjalanan panjang yang (kira-kira) akan dilalui (hadeh, bahasanya) oleh kita-kita para lulusan Stan, silahkan disimak,. 😉

1. Kelulusan dan Pulang Kampung
Ini adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh semua mahasiswa. Ya, mendapat kepastian bahwa kita lulus kemudian bisa tersenyum dan memberi kabar gembira pada keluarga yang (mungkin) jauh di sana. Apalagi bagi mahasiswa perantau antar pulau,.. Hehe. Perlu saya infokan juga, meski kampus Stan itu ada di Jurangmangu, Tangerang, namun tidak semua mahasiswanya kuliah di sana. Bahkan, sebagian besar, khususnya yang program Diploma I menjalani masa perkuliahan di Balai Diklat Keuangan yang tersebar dari Medan sampai yang paling timur di Manado. Saya ingat saya dengan teman-teman yang dulu kuliah di Manado, banyak di antara kami yang belum pernah pulang sejak menjejakkan kaki untuk pertama kalinya di sana. Jadi ya bener-bener merantau, lulus, selesai urusan baru pulang.

2. Liburan Panjaang
Ini adalah masa yang menyenangkan, namun di lain sisi kadang juga membuat ‘galau’ para lulusan Stan. Apalagi liburan ini rentang waktunya cukup lama, saya ingat dulu lulus Oktober 2012 dan liburan itu berlangsung hingga awal Agustus 2013, seingat saya sih. Intinya, kalau dibilang lama, ya lama memang. Masa ini disebut juga masa penantian,.. Hehe. Memang saat itu, kami menanti ‘kejelasan nasib’ kami di Kementerian Keuangan. Namun saya pikir, ini hanya masalah waktu. Kejelasan itu akan datang, hanya perlu menunggu. Bisa jadi kita memang diberikan waktu yang agak longgar, agar kita bisa menikmati masa-masa liburan, masa-masa berkumpul dengan keluarga, karena boleh jadi setelah ini kita akan ditempatkan di tempat yang jauh, jarang bisa pulang, bertemu dengan mereka. Begitulah, sekali lagi silahkan gunakan waktu luang ini sebaik-baiknya.

Namun demikian, saya menyarankan agar teman-teman juga punya kesibukan selama masa liburan itu. Bagaimanapun, kita butuh kegiatan, tenaga kita perlu dipakai, otak kita tidak boleh dibiarkan diam,.. Hehe. Dulu diantara teman-teman saya ada yang mengambil ‘magang mandiri’ di kantor-kantor pajak, (KPP maksudnya), untuk memahami praktik kerja di sana sekaligus juga membantu pekerjaan kantor apalagi saat rame-ramenya SPT Tahunan. Selain itu juga untuk belajar sambil nyari pengalaman. Boleh sih kalau memang ingin seperti itu. Namun saya menyarankan, sebaiknya kalau ada kesibukan-kesibukan di rumah, atau di sekitar rumah, itu saja yang diambil. Bukan apa-apa, biar tetep bisa bersama keluarga saja. Lagipula, menurut saya, nanti juga kita akan menghabiskan sebagian besaaar hidup kita di kantor, ngapain sih harus buru-buru? Hehe.

Tentang kesibukan tadi, banyak pilihan sebenarnya. Teman-teman yang suka berniaga, boleh berbisnis, mungkin kecil-kecilan sambil nambah pengalaman, biar kenal juga dunia sosial. Atau mungkin ada teman-teman yang suka anak kecil, suka mengajar. Bisa, misalnya mengadakan program pendampingan belajar untuk adik-adik tetangga yang masih SD atau SMP. Bukan ‘hasil’ yang kita peroleh sih yang terpenting, tapi lebih kepada kepuasan melihat mereka belajar, berkembang juga agar kedatangan kita di rumah membawa manfaat bagi warga sekitar. 🙂

3. Tes Kemampuan Dasar
Sejak lulus pasti sudah banyak yang membahas TKD ini, di grup fb pun biasanya saling sharing materi-materi TKD, try out dan sebagainya. Saya dulu menjalani tes ini sekitar akhir Agustus 2013. Jadi ya selama liburan itu juga sedikit menyisihkan waktu untuk belajar, baca-baca materi juga latihan kerjakan soal. Apalagi, memang soal-soal TKD ini unpredictable,.. Hehe. ya maksudnya cakupannya luas banget. Jadi berguna deh sisa-sisa memori pelajaran Sejarah, Pkn waktu dulu di SMA. Saran saya, persiapkan dengan baik-baik untuk menghadapi tes ini. Tidak perlu terlalu takut namun juga jangan meremehkan, apalagi tes ini diadakan oleh Kementerian yang berbeda dari Kementerian kita. Ya, Kementerian PAN dan RB. Intinya belajar deh, insya Allah bisa. 🙂

4. Memilih Kantor Magang
Saya lupa, memilih ini sebelum Tes Kemampuan Dasar atau setelahnya. Biasa sih, memilih lewat semacam polling di internet begitu. Kita dipersilahkan memilih 3 kantor yang diinginkan untuk jadi tempat magang. Saran saya, pilih yang deket rumah aja deh, minimal bisa pulang akhir pekan. Mungkin kita pengen berkelana, tapi menurut saya nanti aja. Kalau sudah penempatan, kita ngga’ tahu akan dapat kota yang kita pernah dengar namanya atau belum,.. :mrgreen:

5. Pemberkasan ke Kantor Pusat
Setelah melakukan TKD dan kita lulus, maka langkah selanjutnya adalah menyerahkan berkas-berkas yang diperlukan ke Kantor Pusat di Jakarta, inilah yang disebut dengan Pemberkasan. Sepele mungkin, tapi jangan diremehkan. Check and recheck semua berkas yang diperlukan sebelum berangkat, siapkan semuanya, susun yang rapi. Ngga mau kan udah sampai Jakarta malah ada yang ketinggalan. O iya, bagi yang ngga lulus TKD, kemaren waktu lulusan saya ada TKD tahap kedua, kemudian tahap ketiga. Namun, semoga teman-teman ngga’ ada deh yang sampai tahap dua, biar ngga’ ribet urusannya.

Pemberkasan ini dilakukan dua kali, pertama di tingkat Kementerian Keuangan, kita semua lulusan Stan bareng-bareng. Seingat saya, ini dilakukan awal September 2013, pokoknya setelah TKD dan sekitar sebulan kemudian kita melakukan pemberkasan lagi di tingkat Direktorat, ada yang di Pajak, Bea Cukai, BPPK, Anggaran dan yang lainnya. Pemberkasan tingkat Direktorat ini dilakukan akhir September 2013.

6. Magang
Setelah pulang dari pemberkasan, maka yang kita tunggu adalah ‘Penempatan Magang’. Ini sudah kewenangan di tingkat direktorat masing-masing. Saya ingat, waktu masih di kereta, malam hari itu ketika perjalanan pulang, teman-teman bea cukai sudah dapat pengumuman. Teman-teman saya terpisah-pisah sudah waktu itu. Namun, saya juga teman-teman yang di Pajak baru dapat pengumuman sekitar dua hari kemudian.

Tepat awal kalender hari kerja di bulan Oktober, kami sudah berpakaian rapi di kantor tempat kami magang masing-masing. Ya begitulah, semangat sekali untuk pertama kali menjadi ‘pegawai’,.. Hehe. Ya, kalau pas magang, belajarlah. Tanya kepada pegawai tentang pekerjaan yang ada di sana, alur kerjanya dan sebagainya. Nikmati masa itu, karena teman-teman belum ada job list, ya maksud saya job list-nya membantu pekerjaan di kantor. Belum punya tanggung jawab sendiri. Saya sendiri merasakan, beda lah pokoknya dibanding kalau sudah bener-bener bekerja seperti sekarang. Yups, nikmati aja 🙂

7. Penempatan Definitif (Tetap)
Ini mungkin yang ditunggu-tunggu atau justru yang membuat pikiran jadi ‘terganggu’,.. Kadang ada penasaran juga akan ditempatkan dimana, apalagi pengumuman seperti ini sifatnya dadakan. Tidak pernah ada rencana pengumuman akan keluar kapan, tidak ada. Tau-tau ada pengumuman, buka, cari nama, dapat dimana, udah, terima,.. Haha. 😆
Ya, saya harap teman-teman mengingat lagi saat dulu ketika kita semua menandatangani pernyataan ‘siap ditempatkan di seluruh Indonesia’,. Mengapa? karena setelah ini, itu bukan lagi hanya menjadi surat pernyataan , namun akan menjadi bagian dari perjalanan kehidupan kita masing-masing. Mulai sekarang, tanamkan dalam pikiran, juga sadari dalam hati, bila perlu beri pemahaman kepada keluarga, bahwa kita ini adalah salah satu anak panah yang dimiliki institusi kita dan sudah ada mereka yang diberikan amanah untuk memegang busur itu. Jadi, biarkan mereka melakukan tugasnya, melesatkan anak panah ke tempat yang memang memerlukan dan mari kita juga melakukan tugas kita.

Mungkin ada yang bilang, “Omong kosong loe itu,.”
Memang pasti awalnya berat,. saya pun bahkan belum mengalami seperti yang sebagian besar teman-teman saya alami. Saya dapat penempatan yang, Alhamdulillah, di Makassar, tidak perlu jauh-jauh perjalanan darat, pesawatpun, sekali jalan ke Surabaya. Teman-teman yang lain, banyak yang harus melalui darat, laut dan udara untuk sampai di tempat kerja. Namun demikian, selalu ada kisah juga hikmah di balik itu semua, dan kalau melihat teman-teman saya pun, semuanya ceria,.. Hehe

Ini juga penting saya sampaikan,. khususnya bagi mereka yang berkeinginan masuk institusi kami ini. Kalau teman-teman ingin masuk demi penghasilan yang besar misalnya, lebih baik ngga’ usah. Percaya deh, kalian bakal kecewa atau justru tingkah kalian di sini akan kembali membuat buruk citra kami. Memang benar penghasilan kami lebih tinggi dari PNS kebanyakan, namun ketika ditempatkan di luar pulau, kota yang bahkan sebelumnya ngga’ pernah denger namanya, kebutuhan itu juga lebih besar. Harga makanan, keperluan sehari-hari, belum lagi tiket pulang.

Intinya belajar hidup sederhana deh, lebih dari cukup memang, bahkan masih bisa nabung kok. Itu semua kembali pada pribadi masing-masing. Percaya, akan ada saatnya dimana kita antusias mantengin layar untuk memantau perkembangan harga tiket pulang,.. Hehe #curhat.

Namun kembali, kepada teman-teman yang sama-sama berjuang. Jangan lupa, kita tetap harus bersyukur lho,. Kita yang umur segini udah pegawai negeri, dengan penghasilan yang lumayan pula. Teman-teman SMA kita dulu kebanyakan masih kuliah. Apalagi kalau mata kita sedikit terbuka, banyak mereka-mereka yang sudah memberikan lebih banyak untuk negara, namun ‘nasib’ mereka belum seperti kita. Ada di kampung saya misalnya, menjadi guru sudah hampir sepuluh tahun, belum juga diangkat menjadi pegawai negeri. Tetap semangat mendidik siswanya meski mungkin yang didapat hanya cukup buat transport dan makan siang saja. Sekali lagi, lihatlah mereka agar kita bisa bersyukur karenanya,. 🙂

Untuk semuanya,.. Tetap semangaaat! ^_^

Iklan

23 thoughts on “Alur Perjalanan Lulusan STAN

  1. agil surya September 21, 2015 / 7:10 pm

    mas boleh minta kontak bbm? saya mau nanya2 tp lebih personal. soalnya saya maba stan manado. thanks mas

  2. agil surya September 23, 2015 / 8:25 am

    sudah saya kirimke email mas. tolong dicek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s