Perasaan itu Rahasia

bila kau lelaki,
kau harus tahu arah saat melangkah,.
bila kau perempuan,
seharusnya tahu bagaimana bertingkah,.

Ust. felix siauw

Assalamualaikum teman-teman,.
Alhamdulillah, kembali menulis setelah Idul Fitri kemarin pulang kampung ke Jawa,. Ya, bertemu keluarga, berkumpul bersama, makan bersama. Begitulah, selalu menjadi kenangan indah tiap kali perpisahan kembali tiba. 🙂

Kita bicara tentang perasaan, tentang cinta. Sebagai manusia normal, ketertarikan terhadap lawan jenis itu adalah sebuah fitrah, pasti ada, tetapi ingat bahwa pilihan itu ada di tangan kita. Kita bisa bersabar atau tidak, kalau kata bang tere, dikatakan atau tidak namanya tetap perasaan, tidak berkurang sedikitpun. Hehe

Sebuah pertanyaan besar semestinya ada di benak kita para lelaki, ketika ada keinginan menyatakan cinta kepada dia yang teramat istimewa padahal kita belum mampu untuk menikah. Ya, pertanyaan besar. “Setelah ini, terus apa?”. Apakah memberikan perhatian, lewat telfon, pesan, jalan-jalan, makan bareng, nonton misalnya. Cuma gitu doang? Terus kita melakukan itu semua dengan dalih ‘cinta’?. Teman-teman, saya pikir cinta tidaklah demikian, itu namanya egois, memikirkan diri sendiri, menyeretnya ke dalam keburukan-keburukan yang dilakukan bersama. Kalau memang cinta, harusnya kita menjaga agar ia tetap mulia, tetap istimewa. Dengan cara apa? Dengan tidak mengusiknya, dengan membiarkannya belajar meningkatkan kualitas diri. Ya, dengan diam. Dengan tetap menjaga jarak, dengan bersikap biasa saja. Dan yakinlah bahwa Allah mengetahui segala isi hati dan Dia-lah Sang Maha Pembuat Rencana.

Terus, kalau misalnya dia duluan diambil orang lain, gimana? Ya ngga’ papa. Mungkin memang orang itu lebih siap untuk menikah daripada kita. Itu bukan masalah, toh insyaAllah dia mendapatkan kebaikan dengan menikah. Terus kita? ya husnudzon saja sama Allah, insyaAllah Allah punya rencana yang lebih baik. 🙂

Kembali bicara tentang perasaan, tentang hati. Bagaimana seseorang itu bisa membiarkan orang asing masuk ke dalam hatinya, mengetahui perasaannya tanpa ada ikatan apa-apa di antara mereka. Bagaimana bisa? Bukankah itu harusnya tetap menjadi sebuah rahasia?,. Ya, perasaan. Sebuah kotak paling istimewa yang seharusnya dijaga, tidak sembarangan dibuka, apalagi ditunjukkan isinya pada orang yang bukan siapa-siapa. Sekali lagi, bukan siapa-siapa.

Bagi kita yang laki-laki, pilihannya sederhana. Tidak perlu melangkah bila langkah itu tidak diperlukan. Ya, tidak perlu lah memberikan perhatian-perhatian dan semacamnya. Karena memang lazimnya kaum kita yang memulai, kalau mereka biasanya pasif. Tidak menyatakan cinta, cuma kadang suka ngasih tanda-tanda,.. haha 😆
atau justru kita yang gede rasa,.. Ya, maksudnya selama kita bisa menahan diri, insyaAllah semua baik-baik saja,. hehe

Bagi kalian yang perempuan, mungkin tantangannya sedikit lebih besar, karena pada dasarnya kaum kalian suka diperhatikan,. katanya sih begitu. Jadi, saya pikir memang harus punya ketegasan. Berani mengatakan tidak. Gunakan akal dan pertimbangan matang. Apalagi bila yang datang sosok yang memang menjadi idaman. Namun bila yang ia tawarkan bukan pernikahan, kalian tahu bukan itu yang kalian butuhkan.

Ya begitulah. Semua ada saatnya. Akan ada saatnya nanti dimana teman-teman, juga saya bercanda ria, tertawa bersama sambil sesekali menggoda,.. haha :mrgreen:
tapi itu nanti, akan ada saatnya. Percayalah,..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s