Rumah Kita

Ya, rumah kita.
Aku tidak mengharapkan rumah yang megah, bertingkat. Tidak. Aku ingin rumah kita nanti rumah yang sederhana, kecil namun memiliki halaman yang cukup luas. Aku ingin rumah yang kecil karena di dalamnya kita akan mendidik anak-anak tentang kesederhanaan, juga agar kita lebih dekat dengan mereka.

Aku ingin rumah kita nanti punya halaman depan. Di sana kita menanam berbagai tanaman, bunga, juga aneka sayuran. Dengan itu, aku ingin kita mendidik anak-anak tentang lingkungan. Menjaga lingkungan, menjaga kebersihan, berhemat dalam penggunaan air. Aku akan mengajak mereka merawat tanaman-tanaman itu. Menyiraminya, membersihkan dari rumput-rumput liar. Mengajari mereka tentang kepedulian dan kasih sayang.

Aku juga ingin punya halaman belakang. Di sana tinggal beberapa peliharaan kita. Marmut atau kelinci. Kemudian ketika peliharaan kita itu berkembang biak, kita dengan seru membahasnya ketika bercerita. Setiap ada kesempatan rasanya tak ingin melewatkan momen melihatnya sebentar. Alangkah lucu dan menggemaskan. Lalu ketika peliharaan kita mulai banyak, kita berikan kepada para tetangga, saudara, atau juga teman. Sambil mendidik anak-anak juga untuk berbagi dan agar mereka tidak mencintai sesuatu secara berlebihan.

Aku juga ingin punya kolam kecil dengan ikan-ikan hias yang berenang kesana-kemari. Beberapa tanaman air mengapung di atasnya dengan akar yang terlihat menjuntai dalam jernihnya air kolam. Ada juga beberapa siput air yang terkadang menampakkan diri di sela-sela batu yang berlumut. Aku pikir menjadi saat yang seru ketika kita berkumpul dengan anak-anak, kemudian menaburkan sedikit makanan ikan di atasnya. Seketika, segerombolan ikan-ikan kecil menyerbu, sambil malu-malu karena ada kita yang memperhatikan di situ.

Aku ingin di ruang keluarga nanti, ada sebuah perpustakaan kecil tempat kita menghabiskan waktu bersama. Sekedar bercerita, menemani anak-anak belajar juga mengaji atau membaca buku-buku yang kita suka. Dan ketika hari libur tiba, setelah aku bersama anak-anak membersihkan kandang di belakang, menyiram tanaman, bunga dan semuanya. Setelah kami semua sudah bersih-bersih diri dan sekedar duduk meluruskan kaki di perpustakaan kecil kita. Lalu kau yang memang sedari pagi mencoba membuat kue di dapur, membawakan hasil eksperimenmu kepada kami. Sambil tersenyum malu kau mengatakan, “Rasanya kok gini ya?”

Dan aku pun mengambil satu lalu memakannya. Walau dalam hati aku merasa ada yang kurang pas, aku mengatakan kepadamu, “Enak kok.”

Kemudian kita saling pandang, dan dengan senyum menggoda aku mengatakan, “Tapi jangan dikasih ke tetangga ya.” Hahaha.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s