Dua Minggu Sudah

Dua minggu sudah mengikuti diklat ini, dengan semua rutinitasnya dari sebelum matahari terbit hingga malam tiba. Lelah, pasti. Namun menyenangkan, iya. Di sini bertemu teman-teman baru, pengalaman baru. Satu hal sederhana yang saya suka, olahraga tiap hari, hehe. Jadi setiap pagi, habis shubuh selalu ada olahraga pagi, entah itu senam atau jogging. Berhubung kalau hari-hari biasa saya jarang olahraga, padahal sebenarnya saya suka lho olahraga hanya saja biasanya suka malas kalau olahraga sendiri, hehe :mrgreen:

Saya ingat dulu waktu masih di Surabaya, tiap jumat pagi hampir selalu futsal bareng. Cuma sejam, tapi udah asyik banget, segerlah kalau habis futsal itu. Habis itu, kan udah seger nih, terus capek, pegal mulai terasa dan mengantuk. Haha 😀 Ngga’ boleh bro, kan masih jumat, tetep semangat kerja dong. hihi

Nah disini lebih asyik lagi, kami olahraga ber-enampuluh. Ditambah lagi, pelatihnya kan dari Paskhas TNI, jadi senamnya ya agak kurang umum. Haha, tapi beneran, asyik. Lain lagi cerita kalau lagi jogging, ala ala militer gitu deh. Jogging sambil nyanyi, asyik dah. Secara gue udah lama banget ngga’ nyanyi lagu-lagu nasional. Itu serasa mengobati rasa rindu yang terpendam selama ini. Haha 😆 Lagu favorit itu biasanya yang ritmenya bersemangat. Dari Sabang sampai Merauke, Halo Halo Bandung, Maju Tak Gentar, Garuda Pancasila, Hari Merdeka. Terus ditambah satu lagi, lagu baru Tinggalkan Ayah Tinggalkan Ibu. Lagu khusus hadiah dari pelatih kami.

Tinggal lima hari lagi diklat ini berakhir. Rasanya justru pengen lebih lama lagi. Haha (padahal kalau pas disuruh push up juga ngga terlalu ikhlas). Tapi ini fenomena. Push up yang sering kita pahami sebagai hukuman, justru di sini jadi keseharian. Bahkan guyonan teman-teman di sini itu, “Hey, kita geladi push up dulu gih”. Ck ck, ada ada saja. Iya ternyata, push up yang awalnya terasa berat, kemudian rupanya jadi tidak terlalu buruk. Bahkan bisa menyehatkan (kata pelatih, hihi), tapi saya setuju nih sama pelatih. Saya ucapkan juga terimakasih kepada pelatih karena membuat kami ‘berolahraga’ di sini. 😀

Ada satu nilai istimewa lagi nih, pada hari libur. Kami yang biasanya kalau makan mesti baris dulu, laporan dulu, tidak berlaku pada makan siang di hari libur. Kami bisa makan sesuka hati, pakai tangan boleh, tidak khawatir masalah durasi. Merdeka lah pokoknya, haha 😆

Intinya, saya suka diklat ini. I’ll miss it, I’ll miss you all. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s