Catatan Hari Ini

Minggu lengang, mungkin itu kata yang cocok menggambarkan aktivitas saya hari ini. Setelah seminggu ini penuh dengan kegiatan yang menguras fisik dan mental, hehe. Ya, bukan hanya hari ini tidak ada jadwal bagi peserta diklat sehingga kami benar-benar bebas mengisi waktu, namun asrama pun rasanya sepi sekali. Bahkan, rasanya seperti hidup sendiri saja, hehe, lebay. Ya, hampir semua teman-teman pagi tadi pesiar (istilah lokal, artinya kurang lebih jalan-jalan), ngga’ tahu pada kemana, yang temen-temen Makassar, ada yang pulang, temen-temen yang penempatan jauh, ya keliling Makassar, mumpung di sini, katanya gitu. Kalau saya? kan kantor saya di Makassar, ya nanti saja lah jalan-jalannya.

Saking sepinya hari ini, tadi pas makan siang pun terasa beda, beda banget. Kami yang biasanya makan bersama ber-enam puluh orang, tadi saya cuma makan ber-seorang diri, haha. Tapi kemudian ada satu temen yang datang. Ya, bersantai sejenak, sambil baca-baca apa gitu, lihat-lihat apa gitu di internet. Sekali lagi bersyukur, di sini internet lancar, Youtube pun jalan. Teman saya yang di Tual, jangankan nonton Youtube langsung, di-download aja ngga’ tau kapan selesainya, hehe.

Hari ini saya ulang tahun, ya maksudnya di tanggal yang sama dua puluh satu tahun lalu saya dilahirkan ke dunia, menjadi pemecah kesunyian bagi keluarga ayah dan ibu. Menjadi anak pertama, di keluarga baru. Ah, saya ga bisa bayangkan bagaimana suasananya waktu itu. Bahagia, haru, juga penuh terimakasih dan rasa syukur pastinya.

Dua puluh satu tahun sudah saya hidup. Berarti kalau diumpamakan jatah usia saya sama dengan Rosulullah, yakni 63 tahun, sekali lagi kalau, karena kita sama sekali tidak tahu di bilangan berapa kita akan berhenti, maka saya sudah menghabiskan sepertiga jatah hidup saya. Sepertiga. Maka, apa yang sudah saya lakukan di sepertiga itu? Sudah dapat apa saya?

Hari ini, saya banyak menerima do’a dan harapan baik dari temen-temen, ada yang lewat sms, juga facebook, ya, saya hanya bisa meng-amin-kan saja. Semoga bisa jadi penyemangat sekaligus pengingat kalau diri ini sudah semakin tua (sekaligus dewasa). Bukankah memang dari hari ke hari kita harus terus memperbaiki diri? Karena sejatinya manusia adalah pebelajar. Ya, belajar sepanjang usia.
Alhamdulillah, terimakasih 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s