Surat Cinta Pertama

Mm,.. #menghela nafas dulu.. Hehe
Yups,. kali ini saya akan cerita tentang kejadian yang kurang lebih saya alami delapan tahun yang lalu,. ketika masih kelas 1 SMP,.. wiih.. Ok,.. simak baik2 ya.. 😉

Masa awal2 SMP saya pikir memang sangat berbeda dengan ketika masih di SD,. ya,. mulai banyak teman, dari berbagai desa sekitar,. bahkan waktu itu ada 4 kelas dan satu kelas berjumlah 40 orang,.. mungkin teman2 bilang “yaa itu biasa aja..”
tapi ngga’ kawan, itu adalah keadaan yang sungguh berbeda dengan ketika saya SD,. di SD, kami sekelas ada 18 siswa,.. itu sudah termasuk mendingan,. kakak kelas kami bahkan jauh lebih sedikit, saya lupa persisnya, sekitar 10 siswa,.. 🙂
Memang, sekolah2 di kampung seperti sekolah ini, jumlah murid tiap tahun sangat dipengaruhi tingkat kelahiran di desa kami, misalnya saja tahunnya adik saya yang pertama,. di tahun kelahiran dia, memang musimnya ibu hamil,.. hehe
ya maksudnya banyak sekali waktu itu tetangga2 yang juga hamil,. jadi teman sekelas adik saya ini banyak, sekitar 30-an,..

Nah,. waktu SMP itulah kemudian saya merasa ada seseorang yang berbeda,. ciee.. haha, ya seseorang yang istimewa
inikah cinta?,. saya ngga’ tahu, rasanya seneng aja kalau lihat dia,. apalagi pas senyum.. #udah2 stop it..
Mungkin kalau sudah ada kata ‘galau’ waktu itu,. lebih tepatnya saya galau.. Saya benar2 ngga’ tahu harus berbuat apa, saya merasa bahwa saya ngga bisa terus-terusan begini,. Aneh memang, bahkan saya belum pernah bicara sama dia, tahu namanya pun dari teman,.. mungkin dia juga ngga’ tahu nama saya.. Nah, dalam kegalauan itu,.. akhirnya saya putuskan untuk menulis surat,.. ya,. surat cinta.. Ow ow ow.. :mrgreen:

Sedikit dari yang saya ingat,. untuk ukuran bocah 13 tahun,. kata-kata yang saya pakai waktu itu termasuk bagus,.. hehe (muji diri sendiri),..
Surat sudah ditulis dan dikemas rapi dalam sebuah amplop,.. tinggal nunggu waktu yang tepat,. saya bingung juga waktu itu, kenal juga ngga’, masa’ tau2 dateng ngasih surat,.. #ngga’ deh.. saya simpan dulu surat itu di lemari, sembari mencari cara,.. pernah terbersit juga suratnya akan saya selipkan di tasnya,.. tanpa sepengetahuannya.. namun saya pikir,. terlalu beresiko,. ngga’ lucu juga kan,. kalau misalnya saya terus kepergok, baru ternyata suratnya dibaca keras2 sama anak2 di depan kelas,. deh,. dimana harga diri gue?,.. haha
dan surat itu pun masih disimpan rapi, di lemari..

Siang itu,. capek banget pulang sekolah,.. lepas sepatu, cuci kaki,.. masuk kamar,.. dan apa yang terjadi sodara-sodara? Kamar tertata rapi, lemari yang sebelumnya berantakan, mendadak menjadi begitu rapi,.. bagus sih,.. tapi yang yang langsung ada di kepalaku waktu itu,. “Suratku……” dan langsung tanganku dengan cepat mencari di tumpukan paling bawah,.. dan ga ada,. surat itu ga ada di sana..
dalam hati saya berkata, “Oh,… Ibu…”

Saya pun berusaha tenang,. sejenak mengambil nafas panjaang,..
saya mencoba menyiapkan mental, mencoba untuk menerima, apapun yang akan terjadi,. setelah hati saya cukup tegar (halah, bahasanya..), saya pun keluar kamar, dengan wajah biasa, sikap biasa,.. makan,. dan aktivitas2 yang lain,. sama seperti anak normal pada umumnya,.. haha.. dan rupanya, ibu saya pun bersikap biasa (di luar dugaan saya tentunya)..

Ashar berlalu,. saya masih beraktivitas secara ‘normal’, nonton tv, duduk2,.. sampai maghrib,.. isya’.. nothing happened
dalam hati saya bertanya-tanya,. apakah seperti ini ibu akan mengambil sikap,. dengan hanya mengambil suratnya dan tanpa bicara apa-apa? seolah tidak terjadi sesuatu?,. apa memang seperti ini? dan malam itu pu saya tidur dengan tanda tanya besar..

Esoknya,. sampai saya berangkat sekolah,.. tidak terjadi apa-apa.. bahkan sampai sempat ada keinginan saya untuk menulis ulang surat itu,. uw….
dan akhirnya cerita ini berlanjut ketika saya pulang sekolah,.. makan,.. dan …
“Mail,. sini.. ibu mau ngomong.” kata ibu dengan wajah yang serius namun tetap dengan sorot mata yang menenangkan..
dalam hati saya berkata, “it’s the time..”
saya menghadap dan rupanya ibu langsung ngomong to the point.. 
“Si Fulanah itu siapa?,..” sengaja saya tidak menyebutkan nama asli demi kebaikan dia dan keluarganya,.. 😆
“Mm,.. itu teman saya bu”
“Anak mana?”
“Anak ini,.. “, saya menyebutkan desa tempat dia tinggal..
“Mm,. mungkin kamu udah tahu,.. iya, ibu yang ambil surat kamu,.. ibu mau nanya deh sama kamu,..
kalau misalnya surat ini kamu kasih ke dia, dan ternyata dia juga mau,. terus kalian mau ngapain?
mau pacaran?, emang kalau pacaran,.. ngapain?”
saya hanya diam mendengarkan,..
“Ibu tahu kamu faham maksud ibu.. 🙂 ”
“Ibu dulu juga pernah dapat surat kayak gini,.. dari ayahmu,. tapi kemudian ayahmu melamar ibu..
dan ibu yakin,. kamu pun nanti ada saatnya,. suka sama seseorang,. melamarnya,.. hidup berkeluarga,.. sama seperti ayah ibu sekarang,.. tapi itu nanti,.. bukan sekarang,.. ya?”
saya hanya bisa mengangguk waktu itu,..
“Ibu tahu kamu faham,. kamu ngerti,.. yaudah,.. sana kalau mau main, 🙂 ”

Jujur,.. waktu itu yang saya harapkan bukanlah pacaran,. namun saya begitu merasa kebingungan,. saya butuh penjelasan ,.. dan ibu saya melakukannya dengan baik sekali,.. so sweet lah ibu saya ini..

sebuah pembelajaran bagi kita,.. apalagi untuk teman2 yang sudah berkeluarga,.. atau juga kita calon-calon orang tua, insya Allah,.. bahwa anak butuh pemahaman,. tidak semua mereka dapatkan di sekolah,.. apalagi usia remaja,. gejolak emosi begitu nyata,.. maka, semoga para orang tua bisa menjadi teman, bahkan sahabat bagi anak-anaknya..

Ya,.. itulah kisah surat cinta pertama-ku,.. itu memang surat cinta pertama,.. tapi apa itu benar2 cinta pertama saya?,.. saya pikir bukan..
itu hanya perasaan berbunga-bunga seorang bocah yang baru mengenal dunia,.. haha 😆
dan saya akhirnya bersyukur surat itu sampai di tangan orang yang memang seharusnya saya cintai,. My mother.. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s