Bahagia dunia akhirat

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis,.. maksudnya di blog ini.. kalau menulis di kertas atau catatan kecil sih sering,.. hehe.. apalagi status fb..

Ok,.. kali ini saya ingin berbagi kisah yang saya dapat sewaktu ada kegiatan di SMA saya beberapa bulan yang lalu,.. Campus Conceling Center (CCC), semacam perkenalan dari kampus2 kepada adik2 di SMA gitulah,.. waktu itu saya lagi duduk2 sama temen2 dari ITB,.. dan rupanya ada juga kakak kelas kami, (beberapa tahun diatas kami) yang datang..

Kakak ini duduk bersebelahan dengan saya,.. sehingga saya pun menyapa serta memperkenalkan diri.. setelah tahu namanya,.. saya nanya..
“Sudah berkeluarga mas?”
“Alhamdulillah sudah,. kalau kamu?”
“Hehe,.. belum mas”
“Sudah rencana ya..?”
“Insya Allah mas,.. hehe Sudah punya anak mas?”
“Belum, istri saya sudah hamil tapi..”
“Alhamdulillah.. 🙂 ”
“Iya..” dan pembicaraan kami pun terhenti,.. ada beberapa adik2 yang datang bertanya masalah perkuliahan..

Beberapa saat kemudian,. karena adik2 SMA sudah tidak terlalu banyak,. Salah satu teman saya ada yang nanya ke Kakak yang tadi,..
“Mas, bisa diceritakan ngga’, proses dulu mas sampai pernikahan?” tanya dia
Saya dan teman lain yang mendengar pertanyaan ini kemudian menggeser kursi untuk lebih (bermaksud) memperhatikan penjelasan dari sang kakak,.. hehe 😀 you know what i mean

Di sini saya hanya menceritakan sesuai dengan kadar ingatan saya ya,.. karena lupa kalau penjelasan semuanya,.. hehe
“Ya,.. saya dulu emang udah program sih,.. saya punya pilihan,.. langsung lanjut S2 atau menikah dan itu berarti nyari kerja serta S2-nya diundur dulu,.. waktu itu saya milih opsi yang kedua..
jadi, saya ingat waktu masih kuliah awal2 tingkat 4 (maksudnya semester 7), saya datang ke rumah calon istri saya itu.. ya intinya ngasih tau lah ke keluarganya,.. kalau saya mau serius lebih mengenal dia.. kebetulan calon saya ini dulu satu SMA, jadi seangkatan juga”..
“terus, waktu mas ke rumahnya itu,. calon istri mas tau?” , tanya seorang teman
“Ngga’,. jadi ya orang tuanya itu yang ngasih tau ke dia.. Kalau saya dulu sih, ngga’ perlu pengenalan dari awal ya, soalnya emang udah saling kenal, jadi tinggal bahas tentang rumah tangga yang didambakan masing-masing aja..”

“Mm,.. waktu itu, yang mas sampaikan apa?”
“Waktu itu emang udah tak persiapkan, jadi aku ngutip dari sahabat Ibnu Abbas tentang Bahagia dunia akhirat,.. nah itu ada 7 poin,.. intinya itu yang jadi prioritas kita,.. nah nantinya kalau ada masalah pas sudah menikah, kita bisa saling mengingatkan tentang komitmen kita ini”, kemudian Kakak ini menjelaskan apa itu 7 poin yang dimaksud..

Karena saya juga lupa,.. jadi ini tadi searching dulu di google.. hehe 🙂 dan inilah kita tampilkan 7 poin bahagia dunia akhirat menurut Ibnu Abbas radhiallahu anhu.. tereng.. :mrgreen:

  1. Hati yang selalu bersyukur,.. artinya merasa cukup (qonaah) dengan semua karunia Allah, sehingga tidak ada stress,.. dan hati serta rumah tangga pun tenang..
  2. Pasangan hidup yang sholeh,. jadi masing2 harus terus memperbaiki diri,..
  3. Anak yang sholeh,.. ini berarti harus ada komitmen dari kedua pihak (suami istri) bahwa hal terpenting dalam kehidupan keluarga mereka adalah mendidik anak-anak,.. terutama masalah agama dan akhlak..
  4. Lingkungan yang kondusif,.. sebagaimana kita tahu bahwa pendidikan bukan hanya didapat dari keluarga,. namun yang tak kalah besar pengaruhnya adalah lingkungan,.. jadi pilih tetangga2 yang baik,.. lingkungan yang memang mendukung bagi tumbuh kembang kepribadian anak2 nanti..
  5. Harta yang halal,. tidak harus banyaak,.. yang penting berkah.. jadi harus siap hidup sederhana,. dan memang begitulah kehidupan seorang muslim,. keluarga muslim maksudnya.. 🙂
  6. Semangat untuk memahami agama,.. mutlak,.. karena dunia terus berubah,.. kita harus punya pedoman yang kuat..
  7. Umur yang barokah,.. artinya semakin hari semakin bertambah kebaikan,.. insya Allah 🙂

Itulah yang bisa saya bagi kali ini,. sepenggal kisah dari ta’aruf kakak ini dan alhamdulillah kemudian berlanjut dengan khitbah dan nikah,.. Cieee.. haha.. biasa aja kalee.. emang kakak itu udah nikah kok..
Semoga kita bisa ambil sebuah pelajaran atau justru sebagai rujukan bagi yang sudah mendambakan membentuk keluarga baru (baca: menikah).. hehe :mrgreen:
Okay,.. semoga bermanfaat.. thanks for reading 🙂

Iklan

2 thoughts on “Bahagia dunia akhirat

    • Ismail Hasan Mei 1, 2014 / 8:10 am

      Monggo,.. hehe 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s